Bandung, BandungOke — Mobilitas pemudik yang menggunakan kereta api mulai terlihat pada awal masa Posko Angkutan Lebaran 2026 di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Dalam dua hari pertama, 13–14 Maret 2026, jumlah pelanggan yang dilayani mencapai lebih dari 60 ribu orang.
Data KAI Daop 2 Bandung menunjukkan, sebanyak 32.144 pelanggan tercatat berangkat dari sejumlah stasiun di wilayah tersebut. Sementara itu, 28.460 pelanggan tiba menggunakan layanan kereta api jarak jauh.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menilai tingginya angka mobilitas pada awal masa posko mencerminkan kuatnya minat masyarakat menggunakan kereta api untuk perjalanan mudik.
“Kami melihat antusiasme masyarakat untuk menggunakan kereta api pada masa Angkutan Lebaran tahun ini cukup tinggi. Pada dua hari pertama masa posko, tercatat lebih dari 60 ribu pelanggan telah menggunakan layanan kereta api baik yang berangkat maupun tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung,” ujar Kuswardojo, Sabtu, 14 Maret 2026.
Secara kumulatif hingga dua hari pertama masa posko, penjualan tiket kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 2 Bandung telah mencapai 250.290 tiket. Angka itu setara dengan tingkat okupansi 72,4 persen dari total kapasitas 345.840 tempat duduk yang disiapkan selama masa Angkutan Lebaran tahun ini.
KAI sebelumnya menetapkan periode Angkutan Lebaran berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, perusahaan menambah perjalanan kereta api selain layanan reguler yang sudah beroperasi.
Menurut Kuswardojo, perusahaan terus memantau pergerakan penumpang dan penjualan tiket selama masa angkutan Lebaran guna memastikan kelancaran operasional.
“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan sarana kereta, prasarana di stasiun, hingga kesiapan petugas di lapangan. Tujuannya agar pelanggan merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran,” katanya.
KAI juga mengimbau masyarakat yang akan bepergian untuk membeli tiket melalui kanal resmi serta datang lebih awal ke stasiun agar proses keberangkatan berjalan lancar.***





