Bandung, BandungOke — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyiapkan skema pelayanan khusus selama masa libur Lebaran 2026.
Rumah sakit rujukan nasional itu memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan, termasuk membuka poliklinik rawat jalan pada hari libur bersama.
Direktur Utama RSHS Bandung, dr. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., FINACS., M.Kes, mengatakan rumah sakit yang dipimpinnya tetap membuka layanan rawat jalan pada 18 Maret dan 24 Maret 2026, meskipun bertepatan dengan periode libur bersama.
“Kami berkomitmen bahwa kami akan tetap menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang tetap optimal. Nah untuk itu, kami membuka pelayanan klinik ya, jadi rawat jalan seperti biasa, yaitu pada tanggal 18 Maret dan 24 Maret,” kata Rachim kepada wartawan. Senin 16 Maret 2026.
Menurut dia, kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan masyarakat yang tetap tinggi menjelang Lebaran, sekaligus menjaga kontinuitas layanan bagi pasien yang membutuhkan kontrol rutin maupun tindakan medis lanjutan.
Operasi Tetap Jalan
Rachim menegaskan pelayanan operasi tidak dihentikan selama periode tersebut. Rumah sakit tetap menjalankan prosedur bedah sesuai jadwal dan kebutuhan medis pasien.
“Nah, untuk yang pelayanan operasi, itu berjalan seperti biasa. Jadi kami tetap menyelenggarakan di dua hari itu pelayanan operasi yang semaksimal mungkin,” ujarnya.
Selain itu, layanan khusus seperti klinik metadon juga dipastikan tetap beroperasi guna menjamin keberlanjutan terapi pasien.
Namun demikian, beberapa layanan tertentu untuk sementara tidak beroperasi pada tanggal tersebut, seperti kedokteran nuklir, rehabilitasi medik, radioterapi, dan pelayanan jantung elektif.
Meski begitu, layanan kegawatdaruratan jantung tetap berjalan penuh.
“Tapi kalau jantung ini tetap kami di UGD pelayanan kami tetap optimal. Jadi kalau ada yang sakit jantung, serangan jantung dan sebagainya, UGD kami tetap 24 jam melayani pasien-pasien jantung,” kata Rachim.
Antrean Pasien Sudah Terisi
RSHS juga mencatat antusiasme pasien yang cukup tinggi untuk memanfaatkan layanan pada hari libur bersama tersebut. Hingga pertengahan Maret, ratusan pasien telah mendaftar melalui sistem reservasi daring.
“Sampai saat ini juga banyak yang sudah ikut online yang tanggal 18 dan tanggal 24 Maret ini, yaitu kurang lebih sekitar 290 pasien sudah mengatakan akan hadir,” kata Rachim.
Sistem reservasi online, menurut dia, menjadi alat penting bagi manajemen rumah sakit untuk mengatur jadwal pelayanan sekaligus memastikan kesiapan tenaga medis, terutama karena sebagian pegawai juga menjalani libur Idul Fitri.
Pasien Rutin Tetap Dilayani
RSHS juga memastikan pasien dengan terapi rutin—terutama yang harus mengambil obat berkala—tetap dapat dilayani pada hari-hari tersebut.
“Untuk pasien-pasien yang rutin, jadi harus mengambil obat, itu kami siapkan. Jadi silakan ya, di tanggal tersebut ada dua hari, jadi kalau untuk yang bulan itu harus mengambil obat, silakan datang ke poliklinik kami,” ujar Rachim.
Ia menambahkan, layanan subspesialis juga tetap tersedia sehingga pasien dengan kondisi kompleks tetap mendapatkan penanganan yang diperlukan.
“Jadi sekali lagi kami tidak hanya membuka tiga atau empat poli saja, kami tetap membuka seperti biasa sehingga untuk pelayanan-pelayanan sub spesialis pun tetap ada,” katanya.
Terobosan Poliklinik Sore BPJS
Di luar kesiapan menghadapi libur Lebaran, RSHS juga memperkenalkan inovasi layanan baru: poliklinik sore khusus pasien BPJS.
Layanan ini dibuka mulai pukul 15.30 hingga 20.00 WIB untuk mengurangi kepadatan antrean pada jam pelayanan pagi.
“Ini ada terobosan baru nanti kalau setelah lebaran, dan kami sudah buka sebetulnya sejak bulan Maret ini, bahwa kami sekarang membuka layanan poliklinik sore untuk BPJS,” kata Rachim.
Ia berharap layanan ini juga memudahkan pasien dari luar Bandung yang membutuhkan akses ke rumah sakit rujukan tersebut.
“Para teman-teman yang di luar kota Bandung, misalnya perlu ke poliklinik, dari sana bisa berangkat siang dari Garut, Tasik, Sukabumi gitu, bisa datang untuk daftar di poliklinik sore BPJS,” ujarnya.
Tanpa Iur Biaya
Rachim menegaskan pasien peserta BPJS Kesehatan tetap dapat mengakses berbagai layanan medis kompleks di RSHS tanpa biaya tambahan, selama mengikuti prosedur yang berlaku.
“Kalau kami punya kartu BPJS, tidak ada iur biaya di sini. Mau operasi bypass jantung, mau operasi tumor kepala, atau misalnya yang lain kayak tadi mata semua, itu semua berlaku kartu BPJS dan tidak ada iur biaya,” kata dia.
Karena itu, ia mendorong masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di RSHS.
“Jadi tolong kasih tahu, jangan segan datang ke RSHS, tapi tolong punya kartu BPJS ya. Kami akan layani,” ujar Rachim.
Dengan skema pelayanan yang tetap berjalan selama masa libur bersama, RSHS berharap kebutuhan layanan kesehatan masyarakat menjelang dan selama Lebaran tetap terpenuhi tanpa mengurangi kualitas pelayanan rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Barat tersebut.***





