Bandung, BandungOke— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) tes narkoba terhadap petugas operasional menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.
Pemeriksaan dilakukan secara acak di Stasiun Bandung, menyasar berbagai unsur petugas mulai dari masinis, petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA), hingga petugas pengamanan dan layanan pelanggan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan kesiapan operasional di tengah lonjakan mobilitas penumpang.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjaga standar keselamatan.
Ia menegaskan, seluruh petugas yang bertugas memiliki peran krusial dalam menjamin perjalanan kereta api tetap aman dan lancar, terutama pada periode angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan volume perjalanan.
Melalui kerja sama dengan BNN Jawa Barat, KAI memastikan kondisi petugas tetap prima dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan dilakukan menggunakan tes urine oleh tim profesional, dengan prinsip transparansi dan menjaga privasi petugas.
Hasil sidak menunjukkan seluruh petugas dinyatakan negatif narkoba dan siap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kuswardojo menegaskan perusahaan tidak memberi ruang terhadap pelanggaran terkait narkoba di lingkungan kerja.
“Melalui sinergi dengan BNN Jawa Barat, KAI Daop 2 Bandung ingin memastikan seluruh petugas berada dalam kondisi prima, bebas dari penyalahgunaan narkoba, serta siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Menurut dia, langkah ini juga menjadi bagian dari mitigasi risiko operasional, mengingat faktor manusia menjadi elemen kunci dalam keselamatan perjalanan kereta api.
Selain pemeriksaan narkoba, KAI Daop 2 Bandung secara rutin melakukan pengecekan kesehatan, pembinaan, serta peningkatan kompetensi petugas sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan.
Dengan pengawasan yang diperketat, perusahaan berharap dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan layanan transportasi tetap andal selama periode Angkutan Lebaran 2026.





