Bandung, BandungOke— Mobilitas masyarakat menggunakan kereta api jarak jauh di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung tetap tinggi selama dua hari Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Total sebanyak 94.470 pelanggan tercatat melakukan perjalanan dari dan menuju wilayah Daop 2 Bandung.
Rinciannya, sebanyak 47.807 pelanggan berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung, sementara 46.663 pelanggan tercatat tiba.
Angka ini menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat meskipun berada pada puncak perayaan Lebaran.
Pada hari pertama Idul Fitri, Sabtu, 21 Maret 2026, pelanggan yang berangkat mencapai 20.743 orang dan yang datang sebanyak 19.419 orang.
Memasuki hari kedua, 22 Maret 2026, mobilitas meningkat signifikan dengan 27.064 pelanggan berangkat dan 27.244 pelanggan datang.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan lonjakan pada hari kedua Lebaran menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kami melihat adanya peningkatan mobilitas yang cukup signifikan pada hari kedua Idul Fitri. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu, terutama di momen penting seperti Lebaran,” ujar Kuswardojo, Senin, 23 Maret 2026.
Pergerakan penumpang juga masih tinggi pada hari ini. Hingga siang, tercatat 24.253 pelanggan berangkat dari wilayah Daop 2 Bandung, dengan 6.725 pelanggan dari Stasiun Bandung dan 4.348 pelanggan dari Stasiun Kiaracondong.
Sementara itu, jumlah kedatangan mencapai 24.305 pelanggan, dengan 7.588 pelanggan tiba di Stasiun Bandung dan 4.514 pelanggan tiba di Stasiun Kiaracondong. Angka ini menandakan arus balik mulai meningkat.
Selama periode Angkutan Lebaran 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 2 Bandung mencatat penjualan tiket mencapai 335.658 lembar atau setara okupansi 97 persen dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan.
KAI memastikan operasional perjalanan tetap berjalan lancar dengan penambahan petugas serta pengawasan keselamatan perjalanan.
Pelanggan juga diimbau datang lebih awal ke stasiun untuk mengantisipasi antrean pada masa arus balik.***





