Bandung BandungOke – Pergerakan pengguna Commuter Line di wilayah Bandung belum mereda meski Lebaran telah memasuki hari keempat.
Data KAI Commuter menunjukkan lonjakan mobilitas akibat percampuran arus balik dengan pekerja yang mulai kembali beraktivitas.
Selama masa Angkutan Lebaran 11–23 Maret 2026, jumlah pengguna di Area 2 Bandung mencapai 844.591 orang.
Hingga pukul 14.30 WIB pada H+4 Lebaran, tercatat 71.184 pengguna masih memanfaatkan layanan ini.
Kondisi tersebut memperlihatkan aktivitas perjalanan belum sepenuhnya kembali normal, melainkan didorong mobilitas ganda: silaturahmi sekaligus kembali bekerja.
Sejumlah stasiun utama di kawasan Bandung Raya mencatat volume tertinggi. Stasiun Bandung memimpin dengan 113.414 pengguna, disusul Stasiun Cikarang sebanyak 95.078 orang.
Berikutnya Stasiun Cicalengka dengan 84.447 pengguna, Stasiun Padalarang 62.042 pengguna, serta Stasiun Rancaekek sebanyak 59.804 pengguna.
Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan pergeseran mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.
“Selain masyarakat yang masih memanfaatkan waktu libur untuk bersilaturahmi maupun berwisata, sebagian warga sudah mulai kembali beraktivitas normal seperti bekerja. Untuk itu, KAI Commuter terus mengoptimalkan seluruh layanan operasional guna memastikan kelancaran dan kenyamanan para penggunanya,” ujar Karina. Rabu 25 Maret 2026
Selama periode ini, KAI Commuter mengoperasikan 57 perjalanan per hari. Rinciannya meliputi 37 perjalanan Commuter Line Bandung Raya, enam perjalanan Commuter Line Garut, sepuluh perjalanan Commuter Line Walahar, serta empat perjalanan Commuter Line Jatiluhur.
Jadwal keberangkatan dari stasiun ujung seperti Cicalengka dan Padalarang diperkuat pada jam sibuk pagi dan sore untuk mengakomodasi pekerja yang kembali beraktivitas.
Kepadatan pengguna juga mendorong operator mengingatkan aturan barang bawaan. Setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa barang dengan dimensi maksimal 40 x 30 x 100 sentimeter dan berat hingga 20 kilogram.
Barang berbau menyengat, hewan peliharaan, serta barang yang mengganggu ruang gerak dilarang dibawa ke dalam kereta.
“Di tengah kondisi stasiun dan kereta yang cukup padat oleh percampuran pengguna musiman dan pekerja, kami mengimbau agar para pengguna senantiasa memperhatikan aturan barang bawaan.
Hal ini sangat penting demi menjaga ruang gerak, kenyamanan, dan keselamatan bersama selama dalam perjalanan,” kata Karina.
KAI Commuter menilai pola mobilitas pasca-Lebaran di wilayah Bandung Raya menunjukkan transisi dari arus liburan menuju aktivitas rutin.
Campuran dua arus tersebut diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring kembalinya pekerja dan pelajar ke jadwal normal.***





