BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Terminal Leuwipanjang Kembali Disorot, Pemudik Keluhkan Dua Masalah Ini

Andriansyah
27 Maret 2026 - 08:32
Terminal Leuwipanjang kembali disorot.

Terminal Leuwipanjang saat Diresmikan, Presiden Jokowi:.

Bandung, BandungOke.Com – Kenyamanan Terminal Leuwipanjang kembali disorot. Di tengah arus mudik Lebaran 2026, pemudik mengeluhkan fasilitas yang tidak optimal, mulai dari eskalator mati hingga maraknya asap rokok di area penumpang.

Sejumlah pengguna jasa terminal mengaku kesulitan saat mengakses fasilitas, khususnya di Gedung A yang menjadi titik turun penumpang. Eskalator yang tidak berfungsi memaksa penumpang berjalan kaki sambil membawa barang bawaan.

RelatedPosts

UMKM Jangan Santai, Salah Kecil Soal Pajak Bisa Berujung Denda hingga Pidana

Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026 Bisa Online, Ini Syarat dan Cara Lengkapnya

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

Julian (30), pemudik asal Palembang, mengatakan kondisi tersebut menyulitkan dirinya saat harus berpindah menuju bus kota melalui lantai dua.

“Cukup kesulitan, apalagi bawa keluarga dan barang. Harusnya di momen seperti ini bisa berfungsi,” ujarnya sebagaimana diberitakan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Jumat. 27 Maret 2026.

Selain itu, persoalan asap rokok juga menjadi keluhan. Meski sudah tersedia area khusus merokok, masih banyak penumpang yang merokok di sembarang tempat, termasuk di jalur penumpang.

Rizky (38), pemudik tujuan Bekasi, menilai kondisi tersebut mengurangi kenyamanan, terutama bagi penumpang yang membawa anak.

“Saya bawa anak jadi harus cepat-cepat ke bus supaya tidak terpapar asap. Harusnya ada penegakan aturan yang tegas,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, menyatakan pihaknya akan menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi.

Ia menjelaskan eskalator sengaja dimatikan karena kendala teknis dan tidak adanya mekanik selama periode libur Lebaran.

“Kalau panas suka mati sendiri, sementara mekanik dari vendor tidak tersedia saat libur,” ujarnya.

Terkait solusi jangka panjang, Asep menyebut pengadaan mekanik menjadi kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat Jawa Barat.

Sementara untuk persoalan rokok, pihak terminal mengakui masih lemahnya pengawasan di lapangan meski sudah tersedia area khusus di lantai dua dan sekitar shelter.

Ke depan, pengelola berencana menata ulang titik area merokok serta menambah fasilitas tempat pembuangan puntung rokok guna meningkatkan kenyamanan dan kebersihan terminal.***

Share222Tweet139Share56

Trending

umkm
Berita

UMKM Jangan Santai, Salah Kecil Soal Pajak Bisa Berujung Denda hingga Pidana

6 menit ago
Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan
Ragam

Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan

9 jam ago
Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026
Berita

Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026 Bisa Online, Ini Syarat dan Cara Lengkapnya

10 jam ago
Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot
Kota Bandung

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

11 jam ago
Tragedi Huru dan Hara di Bandung Zoo, Ini Instruksi Megawati Untuk PDIP Jabar!
Jawa Barat

Tragedi Huru dan Hara di Bandung Zoo, Ini Instruksi Megawati Untuk PDIP Jabar!

11 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!