Bandung, BandungOke – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Mappi mulai memburu percepatan pembangunan sumber daya manusia di Papua Selatan lewat jalur pendidikan tinggi dan penguatan layanan kesehatan.
Langkah itu ditandai melalui kerja sama strategis dengan Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI di Kampus Bumi Siliwangi, Bandung, Jumat, 8 Mei 2026.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka akses kuliah bagi pelajar asal Mappi sekaligus menyiapkan tenaga kesehatan dan aparatur daerah yang dinilai masih sangat dibutuhkan di wilayah Papua Selatan.
Kabupaten Mappi selama ini menghadapi tantangan geografis berupa wilayah sungai dan keterbatasan akses transportasi.
Di tengah kondisi itu, pelayanan kesehatan daerah masih ditopang dua rumah sakit dan 17 puskesmas. Pemerintah daerah menilai kebutuhan tenaga kesehatan berkualitas menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus segera diatasi.
Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agamewu, mengatakan kerja sama dengan UPI diharapkan mampu melahirkan generasi muda Papua Selatan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
“Kami berharap anak-anak kami di Mappi dapat berkuliah di UPI dan memperoleh kompetensi yang mampu mendukung pembangunan daerah,” ujar Kristosimus Yohanes Agamewu dalam keterangan persnya, Selasa 12 Mei 2026.
Selain pendidikan formal, kerja sama itu juga mencakup pengembangan riset, pengabdian masyarakat, hingga penguatan kebijakan daerah berbasis kebutuhan lapangan.
Pemerintah Kabupaten Mappi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kedokteran dan kesehatan guna memperkuat layanan publik di daerah terpencil.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Agus Setiabudi, menyebut kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperluas program afirmasi pendidikan nasional.
“UPI berfokus memfasilitasi program afirmasi pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah. Selain pendidikan, kerja sama ini juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kebijakan daerah,” kata Agus Setiabudi.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa asal Mappi yang diterima di UPI. Kampus juga menargetkan dampak jangka panjang berupa penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas layanan kesehatan, hingga percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Kerja sama tersebut memperkuat langkah UPI dalam memperluas peran perguruan tinggi untuk mendukung pemerataan pendidikan di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Dalam waktu dekat, kedua pihak akan menyusun program teknis terkait akses pendidikan tinggi, penguatan tenaga kesehatan, riset kolaboratif, hingga peningkatan kapasitas aparatur daerah di Papua Selatan.***





