Bandung, BandungOke – Fenomena masyarakat nekat masuk area terbatas perkeretaapian di wilayah Bandung kembali menjadi sorotan.
Di tengah maraknya konten media sosial berburu lokasi ekstrem, sejumlah warga masih nekat berjalan di jalur rel, naik ke jembatan kereta aktif, hingga swafoto di kawasan berbahaya seperti Jembatan Cisomang dan Jembatan Cikubang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi ancaman serius bagi keselamatan jiwa dan perjalanan kereta api nasional.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan jalur rel dan jembatan kereta merupakan area steril yang hanya boleh diakses petugas berwenang untuk kepentingan operasional.
“KAI Daop 2 Bandung dengan tegas melarang masyarakat memasuki area terbatas seperti berjalan di rel dan berkendara di sisi kanan kiri pada Jembatan Cisomang maupun berjalan di Jembatan Cikubang, dan jembatan kereta manapun apalagi sampai beraktivitas di lokasi tersebut. Tindakan itu sangat berbahaya bagi keselamatan diri sendiri dan dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Kuswardojo. Selasa 19 Mei 2026.
Peringatan itu muncul setelah masih ditemukan aktivitas warga di sejumlah titik lintasan aktif. Padahal, ruang gerak di jembatan kereta sangat sempit, sementara kereta melaju dengan kecepatan tinggi dan memiliki jarak pengereman panjang.
Dalam banyak kasus kecelakaan perkeretaapian, korban kerap tidak memiliki waktu menyelamatkan diri saat kereta mendekat.
“Kami mengingatkan bahwa kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Oleh karena itu, masyarakat jangan sekali-kali berada di jalur rel maupun area jembatan KA demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
KAI juga menekankan bahwa aktivitas di jalur rel melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Pasal 38 menegaskan ruang manfaat jalur kereta api merupakan kawasan tertutup untuk umum dan hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta.
Di tengah budaya konten instan dan tren berburu foto ekstrem, KAI mengingatkan bahwa satu langkah nekat di area rel dapat berujung tragedi.
Patroli dan sosialisasi terus dilakukan, namun kesadaran publik dinilai menjadi kunci utama mencegah jatuhnya korban di lintasan kereta api.***





