BANDUNG, BandungOke — Holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar Selasa (26/5), perusahaan mengumumkan perolehan kontrak baru senilai Rp19,07 triliun serta total kontrak mencapai Rp113,85 triliun.
Nilai tersebut berasal dari carry over sebesar Rp94,78 triliun dan kontrak baru Rp19,07 triliun. Capaian itu mempertegas tingginya kepercayaan pasar terhadap kapabilitas industri pertahanan nasional yang tergabung dalam DEFEND ID.
Selain kontrak jumbo, DEFEND ID juga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp20,71 triliun.
Sementara laba bersih konsolidasian melonjak tajam menjadi Rp913,05 miliar atau tumbuh 430,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp172,24 miliar.
Kinerja positif itu ditopang efisiensi operasional, penguatan sinergi bisnis, serta optimalisasi proyek strategis di seluruh entitas holding yang meliputi PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Dahana, dan PT Len Industri (Persero).
Dari sisi fundamental, total aset DEFEND ID meningkat menjadi Rp66,05 triliun atau tumbuh 18,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun total ekuitas mencapai Rp15,23 triliun atau naik 8,2 persen.
Holding industri pertahanan nasional tersebut juga mempertahankan tingkat kesehatan perusahaan pada kategori BBB+, yang menunjukkan kondisi bisnis tetap sehat dan prospektif.
Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Holding DEFEND ID, Joga Dharma Setiawan, mengatakan capaian 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Len sebagai perusahaan teknologi strategis nasional.
“Kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Melalui Asta Cita Len Industri, kami terus memperkuat penguasaan teknologi masa depan guna mendukung daya saing industri nasional dan ketahanan negara,” ujar Joga.
Ke depan, DEFEND ID menargetkan penguatan penguasaan teknologi strategis nasional melalui pengembangan artificial intelligence, semiconductor, radar, cybersecurity, teknologi satelit, hingga autonomous system untuk mendukung modernisasi industri pertahanan Indonesia.***





