BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Di Balik Tawa Anak Yatim dalam Kereta, Ada Mimpi Menjadi Masinis

Denny Surya
3 Juni 2026 - 20:09
Di Balik Tawa Anak Yatim dalam Kereta, Ada Mimpi Menjadi Masinis



BANDUNG, BandungOke — Tawa riang anak-anak dari yayasan yatim piatu Rumah Berkah Bandung memenuhi rangkaian kereta yang melaju meninggalkan Stasiun Bandung, Rabu 3 Juni 2026.

Bagi sebagian besar penumpang, perjalanan menuju Rancaekek mungkin terasa biasa. Namun bagi beberapa anak dari Yayasan Rumah Berkah, perjalanan itu menjadi pengalaman yang tak akan mudah dilupakan.

Mata mereka tampak berbinar menatap rel yang membentang dari balik jendela. Ada yang sibuk menunjuk pemandangan di luar, ada pula yang terus bertanya tentang cara kerja lokomotif.

RelatedPosts

PTDI Dukung Lansia Tetap Sehat dan Aktif Lewat Program Pemeriksaan Gratis

Jangan Buang Kucing ke Kebun Binatang Bandung, Risikonya Bisa Mematikan Satwa

Diculik Israel Saat Misi Kemanusiaan, Thoudy Badai Tak Gentar

Di antara 24 anak yatim yang mengikuti kegiatan itu, beberapa di antaranya bahkan mengaku baru pertama kali menaiki kereta api.

Perjalanan singkat Bandung–Rancaekek–Bandung tersebut menjadi bagian dari kegiatan doa bersama dan santunan yang digelar Paguyuban Masinis Bandung.

Sebelum mengikuti rangkaian doa dan pembacaan Surat Ar-Rahman, anak-anak diajak menikmati pengalaman yang mungkin selama ini hanya mereka lihat dari kejauhan.

“Jadi temanya itu kita undang teman-teman dari yatim piatu ini ke kantor kita. Nah kemudian sebelum acara doa itu kita ajak jalan-jalan dulu. Tadi naik kereta supaya mereka happy. Jadi bukan hanya doanya saja yang kita ambil, tapi kita juga membuat mereka bisa heboh, ketawa naik kereta,” kata Ketua Paguyuban Masinis Bandung, Ryan Herdiansyah.

Keceriaan itu terlihat sepanjang perjalanan. Sesekali anak-anak melambaikan tangan ke arah warga yang berdiri di dekat perlintasan. Beberapa tampak tak henti-hentinya mengabadikan momen menggunakan telepon genggam milik pendamping mereka.

Di antara rombongan tersebut, Sofyan Radja Ardiansyah, 17 tahun, menjadi salah satu yang paling antusias. Remaja penghuni Yayasan Rumah Berkah itu mengaku senang bisa berkenalan langsung dengan para masinis yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.

“Kegiatannya menyenangkan, dan pelayanan petugas KAI juga sudah cukup baik,” ujar Sofyan.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya, jawabannya muncul tanpa ragu.

“Insya Allah ingin jadi masinis,” katanya sambil tersenyum.

Mimpi itu seolah menemukan tempatnya hari itu. Sofyan dan teman-temannya tak hanya naik kereta, tetapi juga berkenalan langsung dengan para masinis yang setiap hari mengantarkan jutaan penumpang menuju tujuan mereka.

Kegiatan tersebut turut dihadiri diantaranya Kepala Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kepala UPT Crew KA Bandung, Serikat Pekerja DPD 2 Bandung, serta perwakilan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Wilayah Bandung.

Selain doa bersama, Paguyuban Masinis Bandung juga menyerahkan santunan berupa uang tunai dan hampers dengan total nilai sekitar Rp12 juta.

Menurut Ryan, kegiatan itu merupakan bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama bagi keselamatan insan perkeretaapian.

“Harapan ke depannya tentunya kita berikhtiar sebagai wujud rasa syukur. Mudah-mudahan acara ini bisa lanjut, bisa diagendakan terus dari Paguyuban Masinis Bandung. Kemudian juga harapan kami, mudah-mudahan PT Kereta Api, masinis Bandung khususnya dan masinis Indonesia umumnya bisa selamat, lancar, serta dijauhkan dari marabahaya,” ujarnya.

Bagi Yayasan Rumah Berkah yang mayoritas menaungi anak-anak yatim, kegiatan tersebut bukan sekadar rekreasi. Pengalaman bertemu para masinis, menaiki kereta, serta mengikuti pembacaan Surat Ar-Rahman menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat, rasa syukur, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Sore itu, ketika perjalanan berakhir dan kereta kembali berhenti di Bandung, tawa anak-anak masih terdengar. Mereka pulang membawa bingkisan, santunan, dan kenangan yang mungkin akan terus melekat.

Barangkali, di antara mereka ada yang kelak benar-benar berdiri di kabin lokomotif, mengingat kembali hari ketika sebuah perjalanan sederhana menumbuhkan mimpi besar menjadi masinis.***

Editor: Denny Surya
Tags: anak yatimjadwal kereta apikai daop 2masinis Bandungnaik kereta pertamasantunan yatimYayasan Rumah Berkah
Share239Tweet150Share60
ADVERTISEMENT

Trending

Bandung Zoo Punya Pengelola Baru, Karyawan Tegaskan Siap Bekerja Profesional
Kota Bandung

Bandung Zoo Punya Pengelola Baru, Karyawan Tegaskan Siap Bekerja Profesional

5 jam ago
Lonjakan Penumpang Libur Sekolah Diantisipasi, KAI Sumbar Cek Infrastruktur Kereta
Nasional

Lonjakan Penumpang Libur Sekolah Diantisipasi, KAI Sumbar Cek Infrastruktur Kereta

7 jam ago
PTDI Dukung Lansia Tetap Sehat dan Aktif Lewat Program Pemeriksaan Gratis
Ragam

PTDI Dukung Lansia Tetap Sehat dan Aktif Lewat Program Pemeriksaan Gratis

24 jam ago
121 Karyawan Siap Sambut Pengelola Baru Bandung Zoo
Kota Bandung

121 Karyawan Siap Sambut Pengelola Baru Bandung Zoo

1 hari ago
Permintaan Melonjak, KA Cikuray Garut-Jakarta Cetak Okupansi di Atas 100 Persen
Ekbis

Permintaan Melonjak, KA Cikuray Garut-Jakarta Cetak Okupansi di Atas 100 Persen

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!