Bandung, BandungOke – Di balik wajah menggemaskan kucing peliharaan yang ditinggalkan pemiliknya, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan satwa liar di Kebun Binatang Bandung.
Setiap beberapa waktu, petugas Kebun Binatang Bandung menemukan kucing-kucing yang berkeliaran di area parkir maupun sekitar kawasan kebun binatang.
Sebagian di antaranya bukan kucing liar yang lahir dan tumbuh di jalanan, melainkan kucing peliharaan yang diduga sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya.
Kondisi itu menyisakan ironi. Saat sebagian orang memilih meninggalkan hewan peliharaannya, manajemen Bandung Zoo justru harus turun tangan merawat, memberi makan, mengarantina, hingga mensterilkan kucing-kucing tersebut.
Humas Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafe’i yang akrab disapa Kang Aan, mengatakan petugas kerap menemukan tanda-tanda bahwa kucing yang masuk ke kawasan kebun binatang sebelumnya pernah dipelihara.
“Ada beberapa kucing yang bukan kucing liar karena penampilannya bagus, rapi, pakai kalung, makanan juga rapi. Artinya memang ada sisi tertentu kebun binatang itu dijadikan tempat membuang kucing. Jadi kami menghimbau warga stop membuang kucing di area parkir atau di pinggir Jalan Kebun Binatang Bandung,” ujar Kang Aan, Rabu 3 Juni 2026.
Menurutnya, kucing-kucing yang tertangkap tidak serta-merta diusir. Mereka terlebih dahulu diamankan dan dirawat. Kucing betina yang memungkinkan akan disterilkan untuk mencegah ledakan populasi.
Setelah jumlahnya cukup banyak, kucing-kucing tersebut kemudian direlokasi ke lokasi yang dianggap lebih sesuai untuk kelangsungan hidup mereka.
“Setelah ditangkap itu akan diamankan dulu, dikarantina dan dirawat dengan baik. Kalau yang betina bisa disteril, kami steril. Setelah dalam jumlah tertentu baru kami relokasikan,” kata Kang Aan.
Namun di balik kepedulian itu, Bandung Zoo menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Kucing yang berkeliaran bebas berpotensi membawa penyakit yang dapat menular kepada satwa koleksi kebun binatang.
“Kalau tidak dilakukan itu ya kebayang banyak banget kucing di kebun binatang. Virus kucing itu salah satunya korbannya, kemarin yang bikin heboh, dua anak harimau benggala kami sampai mati karena virus yang mereka bawa,” ungkapnya.
Karena itu, Kang Aan mengajak masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. Ketika sudah tidak mampu merawat, mencari adopter atau komunitas penyayang hewan dinilai jauh lebih bijak dibanding meninggalkannya begitu saja.
Bagi Bandung Zoo, setiap kucing yang dibuang adalah makhluk hidup yang tetap harus dirawat. Namun bagi pemiliknya, tanggung jawab terhadap hewan peliharaan seharusnya tidak berakhir di halaman kebun binatang.***





