BANDUNG, BandungOke – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan mekanisme baru dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Sebelum proses seleksi resmi berlangsung, calon murid terlebih dahulu mengikuti Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang digelar pada 29 Mei hingga 8 Juni 2026.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 9 Bandung, Tanu Patrayana, mengatakan skema pemetaan tersebut hampir serupa dengan proses SPMB.
Namun, terdapat perubahan penting yang memberi keleluasaan lebih besar kepada calon murid dan orang tua.
“Sekarang calon murid boleh memilih tiga sekolah sekaligus. Ketika hasil pemetaan keluar, bisa diambil atau tidak. Kalau dulu saat diterima harus langsung diambil,” kata Tanu di SMAN 9 Bandung. Rabu 3 Juni 2026.
Menurut Tanu, tahap pemetaan bertujuan memotret sebaran lulusan SMP yang berpotensi terserap ke SMA negeri sebelum proses penerimaan resmi dimulai.
Melalui sistem itu, pemerintah dapat memperoleh gambaran awal mengenai distribusi calon murid di berbagai sekolah.
Jika peserta menerima hasil pemetaan, mereka cukup melakukan daftar ulang tanpa harus mengikuti SPMB tahap berikutnya.
Sebaliknya, peserta yang tidak mengambil hasil pemetaan masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi reguler SPMB.
“Ketika tidak diambil, dia masih bisa berseleksi lagi di SPMB,” ujarnya.

Tanu mengatakan pelaksanaan PCMB di SMAN 9 Bandung sejauh ini berjalan relatif lancar. Kendala teknis sempat muncul pada hari pertama pelaksanaan, terutama terkait server dan proses verifikasi berkas.
Namun, masalah tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan.
“Di hari pertama memang ada kendala server. Tetapi semakin ke sini kondisinya makin landai,” katanya.
Untuk tahun ajaran 2026, SMAN 9 Bandung menyiapkan 462 kursi yang terbagi ke dalam 11 rombongan belajar.
Selain kuota reguler, sekolah juga menyediakan kuota afirmasi kerja sama dan prioritas wilayah sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurut Tanu, sistem baru ini memberi ruang lebih luas bagi orang tua dalam menentukan pilihan sekolah karena seluruh jalur penerimaan dibuka secara bersamaan dalam tahap pemetaan.
“Orang tua bisa lebih berstrategi dan lebih mencermati pilihan sekolah karena semua jalur dibuka,” ujarnya.
Dalam PCMB, sistem akan memetakan peluang siswa berdasarkan sejumlah indikator seperti jarak domisili ke sekolah, nilai rapor, prestasi akademik maupun nonakademik, jalur pendaftaran, serta ketersediaan kuota.
Hasil pemetaan dijadwalkan diumumkan pada 12 Juni 2026 sebelum pelaksanaan SPMB Tahap 1 dimulai pada 15 Juni mendatang.***





