BANDUNG, BandungOke – Telkom University (Tel-U) bersama Universitas Padjadjaran (UNPAD) memperkenalkan Program Double Degree Master of Cyber Forensics Law sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan keamanan siber dan transformasi digital di Indonesia.
Program tersebut diperkenalkan dalam forum AIlex Classroom bertema Keamanan Siber di Era Kecerdasan Buatan: Perspektif Hukum, Regulasi, dan Kedaulatan Digital yang digelar di Fakultas Hukum UNPAD, Selasa (2/6).
Melalui kolaborasi Fakultas Informatika Telkom University dan Fakultas Hukum UNPAD, program ini menggabungkan kompetensi hukum, keamanan siber, serta forensik digital dalam satu kurikulum multidisiplin. Kehadiran program tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan industri dan pemerintah terhadap tenaga profesional yang memiliki pemahaman legal sekaligus kemampuan teknis di bidang teknologi digital.
Dekan Fakultas Informatika Telkom University, Dr. Kemas Muslim Lhaksmana, menegaskan bahwa program ini menjadi bentuk sinergi dua institusi yang memiliki keunggulan berbeda namun saling melengkapi.
“Melalui keunggulan masing-masing fakultas dan universitas, kita dapat berkolaborasi untuk saling mengisi dan sama-sama belajar dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan keamanan siber di masa depan,” ujarnya. Kamis 4 Juni 2026.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UNPAD, R. Achmad Gusman Catur Siswandi, menilai program double degree tersebut sebagai terobosan pendidikan yang mengintegrasikan perspektif hukum dengan pendekatan teknis forensik digital dan keamanan siber.
Program Master of Cyber Forensics Law menawarkan kurikulum terintegrasi dengan peluang karier di bidang hukum teknologi, keamanan siber, forensik digital, tata kelola data, hingga kebijakan publik. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pendidikan masa depan dalam mencetak talenta unggul untuk memperkuat ekosistem keamanan siber nasional.***





