close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Perbaikan Gedung Pusat Kebudyaan, Disparbud Jabar Koordinasi Dengan Balai Pelestarian Kebudayaan

by Denny Surya
29 Oktober 2024 - 19:52
Perbaikan Gedung Pusat Kebudyaan, Disparbud Jabar Koordinasi Dengan Balai Pelestarian Kebudayaan

BandungOke – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Dinas Perumahan dan Permukiman Wilayah (Disperkim) Provinsi Jawa Barat akan melakukan asesmen terhadap Gedung Pusat Kebudayaan yang roboh sebagian atapnya, pada Senin 28 Oktober 2024 sore.

Plh Kadisparbud Jabar Yuke Mauliani Septina mengatakan, berhubung gedung ini masuk dalam bangunan heritage, pihaknya  akan melakukan koordinasi dan meminta izin kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI.

RelatedPosts

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

MSB 17 Tahun: Menjaga Ruang Sastra di Tengah Riuh Zaman

“Yang biasa mengalkulasi kondisi bangunan dan perbaikan ke depannya itu Disperkim dan timnya akan ke sini untuk menghitung karena ini harus segera diperbaiki,” ucap Yuke di Gedung Pusat Kebudayaan, Kota Bandung. Selasa 29 Oktober 2024.

Yuke menyampaikan, sebelum melakukan perbaikan pihaknya akan terlebih dahulu ke Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.

“Mudah-mudahan kalau sudah ada izin  secepatnya kita perbaiki,” kata Yuke.

Gedung Pusat Kebudayaan di Jalan Naripan, Kota Bandung, merupakan salah satu bangunan yang didirikan tahun 1930 dan biasa digunakan oleh para seniman untuk melakukan pameran dan pertunjukan seni hingga saat ini.

AR Soedarto, perupa yang sedang melakukan pameran di Gedung Pusat Kebudayaan dari tanggal 20-25 Oktober 2024, mengaku, ada sekitar 40 karya lukisannya yang sedang dipaperkan saat bangunan tersebut roboh pada Senin sore.

“Saat ini ada sekitar 40 karya lukisan saya dan ada 10 karya Pak Miko berupa batu mulia. Untuk lukisan ada yang sobek dan bolong akibat terkena atap yang roboh,” ungkap Soedarto.

Soedarto bersama seniman lainnya merasa kehilangan dengan robohnya bangunan tersebut karena selama ini Gedung Pusat Kebudayaan menjadi tempat mereka berkiprah.

“Teman-teman perupa sempat ngobrol, mereka akan kehilangan sekali dengan situasi seperti ini. Gedung ini satu-satunya wadah yang diharapkan seniman-seniman Bandung sebagai tempat berkiprah,” papar Soedarto.

“Kita sangat kehilangan, jadi diharapkan agar segara ditangani dan diperbaiki,” harapnya.***

Reporter : Singgih Jatmiko

Share223Tweet139Share56

Trending

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Gandeng ITB Kembangkan Logistik
Pendidikan

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Gandeng ITB Kembangkan Logistik

3 jam ago
Diduga Bom di Kosambi, Farhan Tegaskan Aparat Sudah Tangani Serius
Kota Bandung

Penataan PKL Bandung, Janji Keadilan di Tengah Kepentingan Kota

5 jam ago
Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?
Kota Bandung

Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?

7 jam ago
KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

3 hari ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

3 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam