BandungOke – Meski Jawa Barat tercatat sebagai satu dari 12 provinsi dengan prevalensi di bawah angka nasional. Namun kegiatan cegah stunting sejak dini tak pernah kendor.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung upaya penurunan stunting di Jawa Barat,” kata Ketua TP PKK Jawa Barat, Siska Gerfianti, di kutip Selasa (27/5/2025)
Menurut Siska, penanganan stunting dilakukan melalui dua intervensi: spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik menyasar kelompok tertentu seperti remaja putri, ibu hamil, dan balita.
Untuk ibu hamil, katanya, program ini mencakup pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan pemberian makanan tambahan bagi yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK).
“Sedangkan intervensi sensitif mencakup penyediaan air bersih dan sanitasi layak bagi keluarga yang berisiko. Intervensi ini diklaim menyumbang 70 persen dari efektivitas penurunan angka stunting,” katanya.
“Alhamdulillah, kerja sama semua pihak membuahkan hasil. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Barat turun dari 21,7 persen menjadi 15,9 persen. Ini penurunan tertinggi secara nasional,” imbuh Siska.
Sementara itu, Ketua TP PKK KBB, Syahnaz Sadiqah, menuturkan, program USG gratis ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat. Pelaksanaannya melibatkan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta.
“Peran aktif kader PKK dan kader Posyandu sangat penting. Mereka menjadi penggerak masyarakat di lapangan. Harapannya, partisipasi ini mampu mempercepat penurunan stunting di KBB,” ujar Syahnaz.
Seperti diketahui, Sedikitnya 80 ibu hamil di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapatkan layanan pemeriksaan USG gratis, Senin (26/5/2025).
Kegiatan ini bertujuan mencegah stunting sejak dini melalui deteksi kondisi janin.
Program ini diprakarsai oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bandung Barat. Pemeriksaan dilakukan di Aula Desa Sariwangi sebagai bentuk komitmen memperkuat peran Posyandu dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Selain USG gratis, para ibu hamil juga menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta skrining triple eliminasi—deteksi dini terhadap infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B. Pemeriksaan ini bertujuan mencegah penularan dari ibu ke anak sejak kehamilan.***






