close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Membesarkan Imajinasi: Ketika NuArt Menjawab Kekeringan Estetika di Dunia Anak

by Denny Surya
17 Juni 2025 - 15:34
Membesarkan Imajinasi: Ketika NuArt Menjawab Kekeringan Estetika di Dunia Anak

BANDUNG, BandungOke.com – Ada sesuatu yang istimewa ketika dunia anak-anak dipertemukan dengan keseriusan dunia seni.

Family Art Month (FAM) 2025 di NuArt Sculpture Park Bandung, misalnya, membuktikan bahwa seni bisa menjadi jawaban dari krisis paling diam-diam dalam dunia pendidikan kita: hilangnya ruang untuk berimajinasi.

RelatedPosts

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia

Ruang Publik Ramah Anak, 23 Paskal Gelar Bandung Starts Here

Dari Sel Penjara ke Berlin: Horor Joko Anwar yang Menggugat Sistem

Dengan tajuk Dreams and Stories, festival ini lebih dari sekadar agenda wisata budaya. Ia adalah pernyataan lembut tapi tegas: bahwa anak-anak perlu lebih dari sekadar lembar kerja dan nilai rapor. Mereka perlu ruang. Mereka perlu cerita. Dan yang terpenting: mereka perlu didengarkan.

NuArt, sebagai ruang seni yang lahir dari tangan dingin maestro Nyoman Nuarta, menjelma menjadi semacam tempat ziarah baru bagi keluarga urban yang rindu pengalaman bermakna.

Melalui kerja kolaboratif dengan IFI, Gulali Festival, The Japan Foundation, hingga komunitas lokal seperti Pustakalana dan Mizan Pustaka, festival ini tidak hanya membangun acara, tapi juga membangun ekosistem.

Panggung kecil menampilkan teater anak. Dinding galeri jadi papan gambar raksasa. Bahkan kuliner pun bertransformasi menjadi kelas budaya, saat lokakarya memasak Jepang digelar berdampingan dengan pemutaran film. Semua seperti menyatu dalam satu tarikan napas: merayakan seni sebagai pengalaman hidup.

Tapi pertanyaannya: mengapa pengalaman seperti ini justru menjadi langka? Di luar sana, taman bermain semakin sempit, ruang kreatif makin mahal, dan pendidikan seni semakin dianggap pinggiran.

FAM 2025 justru menantang itu. Ia menunjukkan bahwa seni tidak harus mahal, dan imajinasi tidak boleh eksklusif.
Melalui program ini, anak-anak bukan hanya penikmat, tapi juga pencipta.

Mereka menulis cerita, menggambar mimpi, menari kenangan. Dalam dunia yang sibuk mengejar prestasi dan produktivitas, NuArt menawarkan ruang yang berbeda: tempat di mana diam anak-anak didengar sebagai puisi, dan coretan mereka diperlakukan sebagai karya.

Dan mungkin, di sanalah kita menemukan makna sebenarnya dari liburan: bukan sekadar jeda, tapi ruang untuk tumbuh—bersama seni, cerita, dan harapan.***

Share220Tweet138Share55

Trending

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia
Gaya Hidup

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia

2 jam ago
Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota
Kota Bandung

Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota

6 jam ago
Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik
Pendidikan

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik

8 jam ago
Diduga Bom di Kosambi, Farhan Tegaskan Aparat Sudah Tangani Serius
Kota Bandung

Penataan PKL Bandung, Janji Keadilan di Tengah Kepentingan Kota

9 jam ago
Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?
Kota Bandung

Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?

11 jam ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam