BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Peluh, Pakan, dan Tapir, Ini Sekolah Konservasi Alam Ala Bandung Zoo

Andriansyah
8 Juli 2025 - 20:48
Peluh, Pakan, dan Tapir, Ini Sekolah Konservasi Alam Ala Bandung Zoo



BANDUNG, BandungOke.com — Bukan sekadar liburan sekolah. Di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, sepuluh remaja usia 12 hingga 17 tahun justru bergelut dengan kotoran, bau kandang, dan pakan satwa.

Mereka bukan tersesat, melainkan sedang belajar menjadi keeper, dalam program Junior Keeper Training selama tiga hari, dari 8 hingga 10 Juli 2025.

Program yang memasuki edisi kelima ini menggiring peserta yang terdiri dari tiga laki-laki dan tujuh perempuan, dimana dua di antaranya dari Jakarta, akan merasakan langsung dunia konservasi dari balik kandang.

RelatedPosts

Sensasi “Signature 30” di HARRIS Bandung, Kuliner Lintas Rasa dari Rp65 Ribu

Fragments From Below, Saat Seni Menggugat Ambisi Manusia Menaklukkan Laut

Tiga Generasi Kopi Aroma Bandung, Tradisi Keras Kepala atau Rahasia Kejujuran Rasa?

Tak hanya melihat hewan dari luar pagar, mereka diajak masuk ke habitat satwa, ikut memberi makan, membersihkan kandang, hingga memahami karakter satwa.

“Program ini memberikan pelatihan langsung dalam merawat satwa, termasuk pemberian pakan, pembersihan kandang, dan interaksi dengan hewan, dengan bimbingan dari keeper profesional,” ujar Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafe’i, yang akrab disapa Kang Aan, Selasa (8/7/2025).

Pelatihan berlangsung penuh dari pagi hingga sore, 07.30 sampai 16.30 WIB, meniru jadwal kerja para keeper sesungguhnya. Di hari terakhir, Kamis (10/7/2025) mereka mendapat pengalaman eksklusif yakni memandikan tapir satwa pemalu asal Sumatera yang menjadi simbol konservasi hutan tropis.

Dengan biaya Rp500.000, peserta mendapat perlengkapan pelatihan, makan siang, serta sertifikat. Tapi lebih dari itu, mereka digembleng agar mengenal satwa bukan hanya sebagai tontonan, melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang layak dilestarikan.

“Ini bukan hanya soal pengalaman unik, tapi soal membentuk cara pandang baru terhadap hewan dan alam,” kata Kang Aan.

Dalam era ketika interaksi dengan alam kian digantikan layar gawai, Bandung Zoo memilih jalan sebaliknya yaitu mempertemukan anak-anak langsung dengan satwa, lumpur, dan tanggung jawab. Sebuah pendidikan lingkungan hidup yang tak bisa digantikan teknologi.***

Editor : Deni Surya

Tags: bandung zookepeersatwatapir
Share223Tweet139Share56
ADVERTISEMENT

Trending

N219 Masuk Pasar Komersial Dalam Negeri, Senjata Baru Logistik Wilayah Terpencil
Ekbis

N219 Masuk Pasar Komersial Dalam Negeri, Senjata Baru Logistik Wilayah Terpencil

17 jam ago
KAI Tutup 29 Perlintasan Liar, Namun Ancaman Kecelakaan Masih Mengintai
Berita

KAI Tutup 29 Perlintasan Liar, Namun Ancaman Kecelakaan Masih Mengintai

18 jam ago
3 Harga BBM Pertamina Naik Tajam Hari Ini, Turbo Tembus Rp19.400
Ekbis

Pertamax Turbo Melonjak Tajam, BBM Nonsubsidi Resmi Bikin Kantong Jebol

1 hari ago
Kolaborasi Telkom University–UI Menguat, Program Double Degree dan Exchange Disiapkan
Pendidikan

Kolaborasi Telkom University–UI Menguat, Program Double Degree dan Exchange Disiapkan

2 hari ago
Menuju Indonesia Emas 2045, Habiburokhman Dorong HMI Naik Kelas
Jawa Barat

Menuju Indonesia Emas 2045, Habiburokhman Dorong HMI Naik Kelas

3 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!