BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Pakar ITB Ungkap Tiga Akar Banjir Sumatera–Aceh, Apa Saja?

Andriansyah
2 Desember 2025 - 11:38
Pakar ITB Ungkap Tiga Akar Banjir Sumatera–Aceh, Apa Saja?



Bandung, BandungOke – Gelombang bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan wilayah sekitarnya sejak 24 November 2025 menandai salah satu episode bencana hidrometeorologi terbesar tahun ini.

Data BNPB korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera per Senin (1/12/2025 ) petang korban meninggal sebanyak 604 orang, serta ribuan penduduk mengungsi. Korban dan kerusakan diperkirakan masih dapat bertambah.

RelatedPosts

QS WUR 2026: UPI Peringkat 101–150 Dunia Education Training

Unpad Berduka, Guru Besar Kedokteran Prof Rachmat Soelaeman Wafat

Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Dibuka Rabu Sore, Rebutan Kursi PTN Makin Sengit

Di balik besarnya dampak, para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), khususnya Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), menekankan bahwa bencana tersebut merupakan hasil interaksi kompleks antara atmosfer, kondisi geospasial, dan kapasitas tampung wilayah. Dengan kata lain, cuaca ekstrem bukan satu-satunya aktor.

Atmosfer di Puncak Musim Hujan: Hujan Ekstrem yang Tak Terhindarkan

Ketua Program Studi Meteorologi ITB, Dr. Muhammad Rais Abdillah, menjelaskan bahwa Sumatera bagian utara tengah memasuki fase puncak musim hujan.

Wilayah ini memiliki pola hujan unik—curah hujan hadir sepanjang tahun, dengan dua puncak intensitas dalam satu siklus.

“Memang wilayah Tapanuli sedang berada pada musim hujan. Sumatera bagian utara memiliki pola hujan sepanjang tahun dan saat ini berada pada puncaknya,” ujarnya.

Data lapangan menunjukkan curah hujan lebih dari 150 mm, bahkan sejumlah stasiun BMKG mencatat di atas 300 mm, angka yang masuk kategori ekstrem. Perbandingannya jelas: banjir besar Jakarta 2020 dipicu curah hujan sekitar 370 mm dalam sehari. Dengan intensitas mendekati itu, tak heran banjir dan longsor di Sumatera Utara menimbulkan kerusakan seluas ini.

Siklon Tropis Senyar: Mesin Penguat Presipitasi

Hujan ekstrem tersebut tidak berdiri sendiri. Faktor atmosfer regional turut memperkuatnya. Dr. Rais menjelaskan adanya indikasi pusaran siklonik sejak 24 November, berasal dari kawasan Semenanjung Malaysia.

“Saat itu sudah terlihat sistem berputar. Kami menyebutnya vortex, meskipun masih bibit dan matanya belum jelas,” katanya.

Bibit tersebut kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar, terbentuk di sekitar Selat Malaka dan bergerak ke barat. Meski tidak sekuat siklon pada umumnya, Senyar cukup untuk:

1. meningkatkan suplai uap air,

2. memperkuat pertumbuhan awan konvektif,

3. memperluas area hujan intens di Sumatera bagian utara.

Tidak hanya itu, dinamika atmosfer skala meso dan sinoptik seperti vortex siklonik dan indikasi cold surge vortex—hembusan angin kuat dari utara yang membawa massa udara lembap—semakin memadatkan awan hujan, membuat presipitasi berlangsung lebih lama dan lebih intens.

Daya Tampung Wilayah Tak Lagi Mampu Mengimbangi

FITB ITB menegaskan bahwa intensitas hujan hanyalah satu sisi dari persoalan. Banjir dan longsor menjadi sangat destruktif karena kapasitas tampung wilayah telah melemah.

Topografi curam, alih fungsi lahan, dan rendahnya kemampuan infiltrasi membuat air hujan tidak tertahan dan langsung meluncur sebagai aliran permukaan besar.

Hasilnya, banjir bandang dan longsor terjadi serentak di banyak wilayah, memperlihatkan kegagalan sistemik dalam tata ruang dan mitigasi.***

Editor : Deny Surya

Tags: banjir acehbanjir Sumaterabencana hidrometeorologicurah hujan ekstremfitb itbITBkondisi atmosferpresipitasi ekstremsiklon tropis senyar
Share227Tweet142Share57

Trending

Harga Sewa Kos di Bandung 2026
Ragam

Harga Sewa Kos di Bandung 2026, Daerah Ini Masih Terjangkau untuk Mahasiswa dan Karyawan

5 jam ago
umkm
Berita

UMKM Jangan Santai, Salah Kecil Soal Pajak Bisa Berujung Denda hingga Pidana

6 jam ago
Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan
Ragam

Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan

15 jam ago
Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026
Berita

Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026 Bisa Online, Ini Syarat dan Cara Lengkapnya

16 jam ago
Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot
Kota Bandung

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

16 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!