BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Rektor UPI Tawarkan Solusi Tepat Atasi Bullying

Denny Surya
1 Januari 2026 - 05:15
Rektor UPI Tawarkan Solusi Tepat Atasi Bullying



Bandung, BandungOke — Fenomena perundungan atau bullying masih menjadi salah satu persoalan serius di dunia pendidikan Indonesia.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. menegaskan bahwa praktik bullying tak lagi bisa dianggap sekadar candaan remaja, karena dampaknya semakin nyata terhadap psikologis korban, bahkan berujung pada kehilangan nyawa.

RelatedPosts

QS WUR 2026: UPI Peringkat 101–150 Dunia Education Training

Unpad Berduka, Guru Besar Kedokteran Prof Rachmat Soelaeman Wafat

Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Dibuka Rabu Sore, Rebutan Kursi PTN Makin Sengit

Menurut Rektor, banyak kasus perundungan terjadi karena adanya kesalahpahaman dalam memaknai batasan perilaku yang layak dan tidak layak di lingkungan pendidikan.

“Kalau dua-duanya tertawa mungkin bukan bullying. Tapi kalau yang satu tertawa dan yang lain cemberut, itu sudah bisa masuk kategori bullying,” ujar Didi kepada wartawan belum lama ini.

Didi menuturkan, praktik bullying memang bukan fenomena baru. Sejak dulu bentuknya muncul dalam ejekan atau panggilan bernada merendahkan. Namun, perkembangan zaman membuat dampaknya semakin kompleks ketika dikaitkan dengan tekanan sosial, stigma, dan rasa rendah diri pada korban.

“Sekarang bullying sudah sangat menggelisahkan, bahkan sampai menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Fenomena ini, lanjutnya, bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi isu global yang mendapat perhatian serius di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Didi menilai, akar persoalan bullying terletak pada ketidaksamaan pemahaman mengenai definisi dan batasan perilaku perundungan.
Karena itu, ia mendorong adanya kesepahaman kolektif antara siswa, guru, orang tua, hingga pengelola sekolah dan kampus.

“Semua pihak harus tahu mana yang termasuk bullying dan mana yang bukan. Kalau pemahamannya sama, maka harus ada garis merah yang jelas dan sanksinya juga jelas,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mekanisme penanganan khusus, baik di sekolah maupun perguruan tinggi — mulai dari tim aduan, pendampingan psikologis, hingga pelibatan orang tua dalam setiap proses penyelesaian kasus.

“Ini bukan hanya tanggung jawab guru atau kepala sekolah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.***

Tags: bullyingkampuspendidikanperundunganpsikologi siswarektor upisekolah
Share225Tweet141Share56

Trending

Harga Sewa Kos di Bandung 2026
Ragam

Harga Sewa Kos di Bandung 2026, Daerah Ini Masih Terjangkau untuk Mahasiswa dan Karyawan

5 jam ago
umkm
Berita

UMKM Jangan Santai, Salah Kecil Soal Pajak Bisa Berujung Denda hingga Pidana

6 jam ago
Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan
Ragam

Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan

14 jam ago
Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026
Berita

Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026 Bisa Online, Ini Syarat dan Cara Lengkapnya

16 jam ago
Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot
Kota Bandung

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

16 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!