Jakarta, BandungOke -Tren mobilitas masyarakat pada periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menegaskan satu hal yakni digitalisasi sudah menjadi pintu utama layanan transportasi.
Sepanjang 18 Desember 2025–4 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 4.179.095 pelanggan — tumbuh 12,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Yang paling menonjol, 3.432.968 pelanggan atau 75,12 persen tiket dibeli melalui Access by KAI. Angka ini bukan sekadar capaian teknis, melainkan penanda perubahan gaya hidup mobilitas masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang bukan hanya sebagai kanal transaksi.
“Access by KAI kami kembangkan untuk memudahkan pelanggan mengatur perjalanan secara mandiri, mulai dari pembelian, reschedule, hingga pembatalan tiket tanpa harus datang ke stasiun,” ujar Anne. Rabu (7/1)
Di tengah penetrasi digital yang semakin dalam, KAI mengembangkan aplikasi sebagai ekosistem layanan perjalanan. Di dalamnya, pelanggan dapat mengakses pemesanan hotel, E-Porter, pembayaran listrik, hingga konektivitas antarmoda seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.
Anne menambahkan Ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi tentang bagaimana kami menghadirkan pengalaman perjalanan yang utuh dalam satu genggaman.
Digitalisasi juga masuk ke aspek efisiensi operasional. Fitur Carbon Footprint dan face recognition boarding kini tersedia di 22 stasiun, mempercepat proses naik kereta terutama pada periode lonjakan penumpang.
Pada periode Nataru, kereta jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau 122,9 persen dari kapasitas. Sementara kereta lokal melayani 786.656 pelanggan dengan tingkat keterisian 105,6 persen — dipengaruhi pola perjalanan naik-turun penumpang di banyak stasiun.
Anne menilai digitalisasi memberi ruang bagi pelanggan merencanakan perjalanan secara lebih terukur.
“Kami melihat digitalisasi tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelanggan merencanakan perjalanan dengan lebih tertib dan terukur,” jelasnya.
Transformasi digital KAI kini memasuki fase konsolidasi: memperluas integrasi, menjaga pengalaman perjalanan, dan menjadikan kereta api bagian dari gaya hidup mobilitas masyarakat modern.
“Ke depan, KAI akan terus memperkuat layanan digital serta meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan,” tutup Anne.***





