Bandung, BandungOke – Operasional Puskesmas Garuda selama 24 jam mulai mengubah pola akses layanan kesehatan warga di Kecamatan Andir, Kota Bandung.
Berlokasi di Jalan Dadali No. 81, puskesmas ini kini menjadi rujukan warga yang membutuhkan pelayanan medis di luar jam kerja konvensional—terutama pada sore hingga malam hari.
Kebijakan layanan penuh 24 jam ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga menilai kehadiran puskesmas dengan jam operasional tanpa jeda menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang kerap berbenturan dengan jam kerja dan urusan keluarga.
Ana (34), warga yang baru saja memeriksakan kandungannya di Puskesmas Garuda, mengatakan layanan hingga malam hari memberi ruang lebih fleksibel bagi pasien.
“Bagus sekali adanya puskesmas 24 jam karena sangat memudahkan bagi pasien yang tidak bisa berobat di pagi hari. Kadang pagi hari banyak kegiatan, jadi bisa berobat di sore atau malam hari. Pelayanannya juga bagus dan sangat memuaskan,” kata Ana.
Hal serupa disampaikan Warisini, warga sekitar yang mengaku terbantu dengan kecepatan dan sikap petugas kesehatan di puskesmas tersebut.
“Alhamdulillah adanya puskesmas 24 jam ini sangat memudahkan untuk berobat. Pelayanan yang diberikan sangat baik, cepat, dan petugasnya juga ramah,” ujarnya.
Bagi warga lain, keberadaan layanan kesehatan 24 jam bukan hanya soal fleksibilitas waktu, tetapi juga soal respons cepat dalam kondisi mendesak.
Rara, salah seorang warga, menilai kehadiran Puskesmas Garuda memberi rasa aman bagi masyarakat ketika keluhan kesehatan muncul secara tiba-tiba.
“Sangat membantu sekali, kalau ada keluhan bisa langsung datang ke puskesmas ini. Pelayanannya baik, ramah, cepat, dan sangat cekatan,” ujar Rara.
Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang beroperasi penuh selama 24 jam, keberadaan Puskesmas Garuda menjadi contoh perluasan layanan dasar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan warga perkotaan.
Harapannya, operasional tanpa jeda ini tidak hanya berhenti pada penambahan jam layanan, tetapi juga diikuti dengan konsistensi kualitas tenaga medis, ketersediaan obat, dan kecepatan penanganan pasien.
Pemerintah Kota Bandung menargetkan layanan puskesmas yang lebih responsif sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan primer, terutama di kawasan padat penduduk dengan mobilitas tinggi.***






