Bandung, BandungOke — Setelah lama menghadapi keterbatasan akses penerbangan, Kota Bandung kembali masuk dalam peta konektivitas udara nasional.
Maskapai Wings Air membuka kembali rute Yogyakarta (Bandara Internasional Yogyakarta/YIA Kulonprogo)–Bandung (Bandara Husein Sastranegara/BDO), sebuah langkah yang dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bandung memperkuat mobilitas dan denyut ekonomi daerah.
Pembukaan rute ini menjadi angin segar bagi Bandung, kota yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan kegiatan bisnis di Jawa Barat.
Keterbatasan penerbangan sebelumnya berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pelaku usaha, wisatawan, mahasiswa, hingga warga yang memiliki mobilitas antarkota tinggi.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan rute tersebut dirancang untuk mengembalikan posisi Bandung dalam jaringan penerbangan nasional melalui konsep penerbangan saling terhubung.
“Pembukaan rute Yogyakarta–Bandung ini menjadi langkah Wings Air untuk menghadirkan kembali Bandung dalam peta konektivitas udara nasional melalui konsep penerbangan saling terhubung,” ujar Danang, Senin, 26 Januari 2026.
Rute Yogyakarta–Bandung akan mulai beroperasi pada 11 Februari 2026 dengan frekuensi tujuh kali seminggu.
Penerbangan Bandung–Yogyakarta dilayani nomor IW 1812 dengan jadwal berangkat pukul 11.05 WIB dan tiba pukul 12.35 WIB. Sementara rute Yogyakarta–Bandung dilayani IW 1811, berangkat pukul 13.00 WIB dan tiba pukul 14.25 WIB.
Menurut Danang, pembukaan rute ini bukan sekadar menghubungkan dua kota di Pulau Jawa. Melalui skema transit di YIA, Bandung kini dapat diakses dari lebih dari sepuluh kota di Indonesia.
“Melalui konektivitas ini, masyarakat dari Bali, Lombok, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Pekanbaru, Batam, Medan Kualanamu, hingga Padang dapat terhubung ke Bandung dengan perjalanan yang lebih ringkas dan efisien,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep connected routes ini terintegrasi dengan jaringan Lion Air Group, termasuk Lion Air, Batik Air, dan Super Air Jet, sehingga memungkinkan perjalanan lintas kota dan lintas wilayah berlangsung lebih praktis.
Dari perspektif kebijakan daerah, rute Yogyakarta–Bandung dinilai strategis. Dua kota ini sama-sama berperan sebagai simpul pendidikan nasional dan pusat pertumbuhan ekonomi kreatif. Konektivitas udara dinilai dapat mempercepat pergerakan sumber daya manusia, memperluas pasar UMKM, serta mendorong sektor pariwisata dan bisnis antardaerah.
Penerbangan tersebut dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, yang dirancang untuk rute jarak pendek hingga menengah dan dinilai sesuai dengan karakter bandara serta kebutuhan mobilitas regional.
Untuk mendukung kenyamanan penumpang, Wings Air juga menghadirkan layanan terintegrasi melalui aplikasi BookCabin, yang memungkinkan pemesanan tiket, check-in daring, pengaturan akomodasi, hingga akses berbagai penawaran khusus.
“Wings Air berkomitmen untuk terus memperluas jaringan penerbangan dan menghadirkan konektivitas yang memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan daerah,” kata Danang.***






