Bandung, BandungOke — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali membuka pintu kampusnya bagi calon mahasiswa melalui Open Visit UPI 2026, Sabtu, 31 Januari 2026.
Agenda ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam mensosialisasikan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) sekaligus memastikan calon pendaftar memahami pilihan program studi dan ekosistem akademik secara utuh.
Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menilai Open Visit bukan sekadar ajang promosi, melainkan instrumen penting untuk menjaring mahasiswa yang benar-benar siap secara akademik dan kultural.
“Kegiatan ini kita selenggarakan kembali karena dampaknya cukup signifikan. Tujuan utama Open Visit adalah menjaring mahasiswa-mahasiswa terbaik dari stakeholder utama kita, yaitu masyarakat, khususnya siswa-siswi SMA,” ujar Didi di sela kegiatan. Di kutip dari keterangan persnya, Minggu (1/2)
Berbeda dari sosialisasi daring, Open Visit memberi ruang bagi calon mahasiswa untuk melihat langsung kehidupan kampus. Selain paparan umum di Gedung Gymnasium Kampus Bumi Siliwangi, peserta bebas mengunjungi fakultas dan program studi yang diminati.
“Tujuan kegiatan ini tidak lain adalah untuk memperkenalkan Universitas Pendidikan Indonesia secara menyeluruh, mulai dari fakultas, program studi, hingga unsur-unsur pendukung pendidikan seperti Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Pendidikan, dan unit-unit lain,” kata Didi.
Seluruh fakultas, termasuk kampus UPI di daerah, terlibat dengan membuka booth informasi. Rangkaian kegiatan mencakup pameran pendidikan, gelar wicara, layanan konsultasi akademik dan penerimaan mahasiswa, pertunjukan seni, hingga tur fasilitas kampus.
Antusiasme publik terbilang tinggi. Hingga hari pelaksanaan, lebih dari 6.000 orang tercatat melakukan registrasi. Untuk menjaga efektivitas layanan, UPI membagi peserta ke dalam beberapa sesi dengan kuota sekitar 1.500 orang per sesi.
“Alhamdulillah, tingkat antusiasmenya sangat tinggi. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan pencerahan kepada para peserta, sehingga mereka mampu menentukan pilihan terbaik untuk masa depan mereka,” ujar Didi.
Meski memiliki tambahan gedung dan dosen baru, UPI menegaskan bahwa daya tampung mahasiswa tetap mengikuti kebijakan kementerian, sekitar 12.000 mahasiswa per tahun untuk jenjang S1 hingga S3.
Karena itu, Open Visit diposisikan sebagai mekanisme penyaringan minat dan kesiapan calon mahasiswa.
“Keberlanjutan UPI sangat bergantung pada mahasiswa. Open Visit ini menjadi sarana penting untuk membangun hubungan dan memberikan gambaran nyata tentang kehidupan akademik dan fasilitas yang tersedia,” kata Didi.
UPI berharap Open Visit tak hanya membantu calon mahasiswa memilih kampus, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejak awal tentang sistem akademik, pembiayaan, dan nilai Tridharma Perguruan Tinggi yang menjadi fondasi pendidikan tinggi.***





