Jakarta, BandungOke – Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno resmi menyatakan mundur dari jabatannya pada Senin, 23 Februari 2026.
Pengunduran diri itu disampaikan dalam rapat mingguan bersama jajaran direksi dan pimpinan stasiun penyiaran se-Indonesia di Jakarta.
Iman menegaskan keputusannya tidak berkaitan dengan tekanan politik.
“Saya memutuskan mengundurkan diri agar dapat fokus pada keadaan kesehatan saya. Tidak ada tekanan politik atau ancaman kekerasan terhadap diri saya. Saya mundur murni karena alasan kesehatan,” ujarnya di kutip Selasa (24/4/2026)
Penegasan itu penting. Sebab, setiap pergantian pucuk pimpinan lembaga penyiaran publik kerap dibaca dalam konteks relasi kuasa dan independensi media.
TVRI, sebagai lembaga penyiaran publik, berada di persimpangan antara mandat pelayanan publik dan dinamika politik anggaran maupun pengawasan.
Secara prosedural, Dewan Pengawas akan memproses surat pengunduran diri tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 13 Tahun 2005 mengenai LPP Televisi Republik Indonesia.
Dalam waktu paling lambat 14 hari, Dewas akan menggelar sidang untuk memutuskan menerima atau menolak permohonan itu.
Ketua Dewan Pengawas TVRI Agus Sudibyo meminta internal tetap solid.
“Kepada direksi, dan seluruh karyawan TVRI tolong agar tetap tenang, solid, dan fokus pada tugas dan fungsi masing-masing,” katanya.
Pengunduran diri Iman membuka fase transisi baru di tubuh TVRI. Tantangannya bukan hanya soal pengisian kursi direktur utama, melainkan menjaga kesinambungan reformasi tata kelola, independensi redaksional, serta kepercayaan publik terhadap lembaga penyiaran milik negara.***





