Bandung, BandungOke – Toyota Motor Company Australia menarik kembali (recall) 11.020 unit Toyota LandCruiser 300 Series yang diproduksi pada 2025.
Penarikan dilakukan menyusul potensi kerusakan pada komponen solenoid di sistem transmisi otomatis 10-percepatan.
Dalam pemberitahuan resminya, Toyota menjelaskan bahwa transmisi kendaraan tersebut menggunakan solenoid linier untuk mengontrol perpindahan gigi.
Jika komponen itu gagal dalam kondisi tertentu, sistem kontrol elektronik transmisi (ECT ECU) bisa saja tidak mengirimkan sinyal kesalahan ke ECU mesin. Akibatnya, transmisi dapat berputar terlalu cepat pada gigi tertentu.
Dampaknya bukan sekadar gangguan teknis. Toyota menyebut kondisi itu berpotensi merusak transmisi, menyebabkan hilangnya tenaga penggerak saat melaju dalam kecepatan tinggi, hingga memicu kebocoran cairan transmisi yang dapat bersentuhan dengan komponen knalpot panas.
“Kondisi ini dapat meningkatkan risiko tabrakan atau kebakaran, yang juga dapat meningkatkan risiko cedera atau kematian bagi penumpang kendaraan,” tulis perusahaan dalam keterangannya dikutip dari Antara, Selasa (24/2/2026)
Yang menjadi perhatian, kerusakan solenoid ini disebut tidak memunculkan tanda peringatan di panel instrumen.
Karena itu, pemilik kendaraan yang terdampak diminta segera menghubungi dealer resmi Toyota untuk memastikan status unitnya.
Sebagai solusi, dealer akan melakukan pemrograman ulang perangkat lunak Transmission ECT-ECU tanpa biaya.
Langkah ini diharapkan mampu mencegah potensi kegagalan sistem sebelum berdampak lebih serius pada keselamatan berkendara.
Recall ini menegaskan bahwa di segmen SUV premium sekalipun, isu perangkat lunak dan sistem elektronik kini menjadi faktor krusial dalam standar keselamatan otomotif modern.***





