Karawang, BandungOke – Di tengah padatnya arus mudik menuju kampung halaman, posko kesehatan biasanya identik dengan layanan medis darurat bagi pemudik yang kelelahan.
Namun posko yang dihadirkan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat di jalur mudik tahun ini menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda.
Melalui Posko Mudik Bangga Kencana, lembaga tersebut tidak hanya menyediakan layanan kesehatan dasar, tetapi juga menghadirkan konseling keluarga, edukasi pencegahan stunting, hingga layanan kesehatan reproduksi bagi pemudik yang melintas di jalur utama Jawa Barat.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan posko tersebut dirancang sebagai ruang singgah yang tidak hanya membantu pemudik beristirahat, tetapi juga memberi akses layanan keluarga.
“Kami menyiapkan Posko Mudik Bangga Kencana di sejumlah titik strategis jalur mudik Jawa Barat agar keluarga yang sedang melakukan perjalanan tetap dapat memperoleh layanan Bangga Kencana, sekaligus memiliki tempat beristirahat yang nyaman. Tema mudik kali ini Membangun Keluarga, Membangun Bangsa,” ujar Dadi di kutip dari keterangan persnya, Selasa 17 Maret 2026.
Tahun ini, BKKBN menempatkan lima posko di jalur utama arus mudik Jawa Barat. Lokasinya berada di Rest Area Tol Cipali KM 166 Kabupaten Majalengka, kawasan Ciasem Kabupaten Subang, Jalan Nagreg Kabupaten Bandung, Palimanan Kabupaten Cirebon, serta Jalan Baru Lamaran di Kabupaten Karawang.
Berbeda dengan posko kesehatan pada umumnya, layanan yang disediakan tidak hanya berupa pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang kelelahan. Di posko ini juga tersedia konseling keluarga berencana, edukasi kesehatan reproduksi, pelayanan kontrasepsi, hingga pojok kependudukan yang memberikan informasi mengenai program keluarga berencana dan pembangunan keluarga.
Pendekatan ini mencerminkan upaya BKKBN untuk tetap menghadirkan layanan program Bangga Kencana bahkan di tengah mobilitas besar masyarakat selama musim mudik.
Selain layanan utama, posko juga dilengkapi fasilitas yang ramah keluarga. Tersedia ruang laktasi bagi ibu menyusui, area bermain dengan alat permainan edukatif untuk balita, serta pembagian takjil dan snack sehat bagi ibu hamil dan anak.
Posko tersebut juga menyediakan tempat istirahat bagi pemudik yang membutuhkan jeda perjalanan sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Salah satu pemudik, Herlina, yang sedang melakukan perjalanan dari Sentul menuju Magelang, mengaku baru mengetahui keberadaan posko tersebut saat berhenti di rest area.
“Tadi ketika beristirahat di rest area ini tidak sengaja melihat ada Posko Mudik Bangga Kencana. Saya membawa anak-anak ke sini dan alhamdulillah mereka senang karena selain beristirahat anak-anak juga bisa bermain dengan berbagai permainan edukatif,” ujarnya.
Posko Mudik Bangga Kencana beroperasi selama 24 jam pada 16–19 Maret 2026. Selain BKKBN, penyelenggaraan posko ini juga melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, TNI, kementerian dan lembaga terkait, serta sejumlah mitra program seperti IPeKB Jawa Barat, Indofood CBP, Bank BJB, dan Rumah Zakat.
Di tengah tradisi mudik yang seringkali identik dengan perjalanan panjang dan kelelahan, kehadiran posko ini menunjukkan pendekatan berbeda: menghadirkan layanan kesehatan yang sekaligus menyentuh aspek pembangunan keluarga.***





