Sukabumi, BandungOke— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Di Sukabumi, sosialisasi program ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk tidak hanya memahami manfaatnya, tetapi juga terlibat dalam pengawasan pelaksanaannya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawal jalannya program tersebut.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Balcony Hotel, Sukabumi, Jumat, 13 Maret 2026.
Acara ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Sukabumi Iyus Yusuf, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), serta ratusan warga yang mengikuti sosialisasi program yang kini tengah dijalankan pemerintah secara nasional itu.
Zainul mengatakan, keterlibatan masyarakat penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Apalagi, berbagai informasi mengenai program MBG kini banyak beredar di media sosial, termasuk kritik terhadap kualitas menu maupun pelaksanaan di sejumlah daerah.
“Pada kesempatan ini saya sengaja datang lebih awal untuk mencoba menjawab beberapa persoalan yang mungkin sering Bapak dan Ibu temukan di lapangan, khususnya terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Zainul.
Menurut dia, kritik dari masyarakat tidak seharusnya dilihat sebagai hambatan. Sebaliknya, kritik justru menjadi bagian dari mekanisme kontrol publik terhadap kebijakan pemerintah.
“Bagi kami di Komisi IX DPR RI, kritik dari masyarakat merupakan hal yang wajar dan tidak menjadi masalah. Kritik tersebut justru merupakan bagian dari hak masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap program pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, informasi yang lengkap dari masyarakat akan membantu pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional, melakukan verifikasi dan pengecekan langsung terhadap laporan yang muncul di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Zainul juga menjelaskan bahwa setiap menu dalam program MBG harus memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. Menu makanan harus mengandung unsur karbohidrat, protein, dan serat sebagai komponen utama.
“Dalam program MBG terdapat beberapa komponen gizi yang wajib dipenuhi dalam setiap menu, yaitu karbohidrat, protein, dan serat. Karbohidrat dapat berasal dari nasi atau sumber pangan lainnya, protein bisa berasal dari telur, tahu, tempe, atau susu, sedangkan serat dapat diperoleh dari sayur atau buah,” jelasnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sejak usia dini. Karena cakupannya luas dan dilaksanakan secara nasional, pengawasan dari masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar program berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Oleh karena itu, kami di Komisi IX DPR RI sangat mendorong masyarakat untuk tetap aktif mengawasi pelaksanaan program MBG. Peran masyarakat sangat penting untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Zainul.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari pengawas publik yang memastikan program benar-benar memberi dampak bagi peningkatan gizi masyarakat.***





