Bandung, BandungOke — Pagi di halaman Gedung Sate, Selasa, 17 Maret 2026, terasa lebih hangat dari biasanya. Deretan bus besar berdiri rapi, sementara para pemudik membawa koper, ransel, hingga kardus berisi oleh-oleh yang belum sempat dibuka.
Di antara puluhan armada yang disiapkan dalam program mudik gratis bersama DEFEND ID, empat bus berasal dari PT Pindad. Bagi perusahaan pertahanan yang sehari-hari identik dengan produksi alat utama sistem persenjataan, pagi itu perannya terasa berbeda: mengantar orang-orang pulang ke rumah.
Sebanyak 198 pemudik diberangkatkan menggunakan armada yang difasilitasi Pindad. Mereka menuju dua kota tujuan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta—Solo dan Yogyakarta—dua kota yang setiap musim Lebaran selalu menjadi tujuan para perantau dari Jawa Barat.

Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto, mengatakan keterlibatan perusahaannya dalam program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.
“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada DEFEND ID yang telah mengkordinir beserta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di mana memang setiap tahun kami memberangkatkan peserta untuk mengikuti mudik gratis,” kata Budhiarto usai pelepasan pemudik.
Ia menjelaskan, dari total 34 bus yang dilepas dalam program mudik gratis tersebut, Pindad menyumbang empat bus.
“PT Pindad sendiri, dari 34 bus kami berkontribusi 4 bus, dengan jumlah pemudik sudah 198 orang. ujarnya.
Bagi Pindad, program mudik gratis bukan hal baru. Setiap tahun perusahaan pelat merah yang bermarkas di Bandung ini ikut berpartisipasi membantu masyarakat pulang kampung. Tahun ini bahkan jumlah armada yang disediakan meningkat.
“Tentunya pasti ada kenaikan, di mana dari kapasitas tadinya 3 Bud sekarang 4 bus. Mudah-mudahan ke tahun depan akan bertambah menjadi 6, bahkan 10 bus yang akan datang,” kata Budhiarto.
Ia menuturkan, partisipasi perusahaan dalam program ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui BUMN di tengah masyarakat, terutama pada momen Lebaran yang selalu identik dengan mobilitas besar-besaran.
“Ya, sebagai tadi disampaikan juga dalam pemaparan ataupun pidato dari Direktur Teknologi yang mewakili Dirut Holding, bahwa kami dan BUMN juga menyampaikan bahwa pemerintah hadir untuk bisa memberikan kontribusi. Di mana ini adalah program CSR atau tanggung jawab sosial kepada masyarakat, kita dari perusahaan PT Pindad untuk memberikan mudik gratis,” ujarnya.
Budhiarto menambahkan, selain membantu masyarakat pulang kampung tanpa biaya, program ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan kendaraan pribadi selama arus mudik.
“Betul, selain untuk mengurai kemacetan, menghindari juga pelanggaran lalu lintas, menjaga kesehatan juga para pemudik supaya tetap sampai ke tujuan dengan aman,” kata dia.
Ketika bus-bus mulai menyalakan mesin dan perlahan meninggalkan halaman Gedung Sate, sejumlah pemudik tampak melambaikan tangan kepada keluarga yang mengantar.
Bagi Pindad, hari itu mungkin hanya bagian kecil dari program tanggung jawab sosial perusahaan. Tapi bagi para pemudik di dalam bus, perjalanan itu adalah jalan pulang—menuju rumah, keluarga, dan cerita Lebaran yang selalu ditunggu setiap tahun.***





