Bandung, BandungOke — Setiap menjelang Lebaran, jalan-jalan di Pulau Jawa berubah menjadi jalur panjang perjalanan pulang.
Dari kota-kota industri hingga pusat pemerintahan, jutaan orang bergerak menuju kampung halaman. Tradisi itu dikenal sebagai mudik, sebuah ritual sosial yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini, gelombang mudik kembali terasa. Di halaman Gedung Sate, Selasa, 17 Maret 2026, puluhan bus berbaris rapi.
Para pemudik membawa koper, tas besar, hingga kardus berisi oleh-oleh, menunggu keberangkatan menuju kampung halaman.
Keberangkatan mereka menjadi bagian dari program Mudik Gratis BUMN 2026 yang diinisiasi holding industri pertahanan DEFEND ID dengan tema “Mudik Aman Berbagi Harapan.”
Dalam program ini, PT Dirgantara Indonesia bersama anak perusahaannya PT Nusantara Turbin & Propulsi turut memfasilitasi pemudik dengan menyediakan transportasi bus menuju Solo dan Yogyakarta.
Acara pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Ia menyebut program mudik gratis ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam melayani masyarakat.
“Program mudik gratis ini merupakan wujud nyata sinergi dan kepedulian antara Pemerintah Daerah dan BUMN dalam melayani masyarakat. Mudik bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial sekaligus momentum untuk melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman,” kata Erwan.
Menurut dia, Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan jumlah pemudik terbesar di Indonesia. Data yang disampaikan pemerintah daerah menunjukkan sekitar 21 persen pemudik nasional berasal dari provinsi ini.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Defend ID atas penyelenggaraan program ini. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami sangat menghargai inisiatif ini yang turut berkontribusi dalam mengurangi risiko kecelakaan selama periode mudik,” ujarnya.
Besarnya mobilitas masyarakat selama musim Lebaran memang menjadi perhatian banyak pihak. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,91 juta orang atau lebih dari setengah penduduk Indonesia.
Angka itu menunjukkan betapa besar arus perjalanan tahunan yang dipicu oleh tradisi mudik. Karena itu, penyediaan transportasi yang aman dan terorganisasi menjadi salah satu cara untuk menekan risiko kecelakaan dan kemacetan.
Bagi PTDI, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan ingin memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman.
Manajer TJSL PTDI, Kerry Apriawan, mengatakan partisipasi perusahaan dalam program ini tidak hanya tentang menyediakan transportasi, tetapi juga mendukung keselamatan perjalanan selama musim mudik.
“PTDI sangat bangga dapat kembali berpartisipasi dalam program Mudik Gratis. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi para pemudik,” katanya.
“Selain itu, program ini juga menjadi bentuk nyata TJSL PTDI, sebagai kontribusi kami untuk mendukung keselamatan lalu lintas serta mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” imbuh Kerry.
Ketika bus-bus mulai meninggalkan halaman Gedung Sate, para pemudik tampak melambaikan tangan kepada keluarga yang mengantar.
Sebagian merekam momen keberangkatan dengan telepon genggam, sebagian lain memilih duduk tenang menatap perjalanan panjang di depan.
Di tengah jutaan orang yang akan bergerak menuju kampung halaman tahun ini, program mudik gratis menjadi satu cara untuk memastikan perjalanan itu tetap aman.
Sebab bagi banyak orang Indonesia, mudik bukan sekadar perjalanan. Ia adalah jalan pulang menuju rumah, keluarga, dan kenangan masa kecil yang selalu menunggu setiap Lebaran tiba.***





