Bandung, BandungOke — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memperketat aturan boarding di tiga stasiun utama.
Mulai masa Angkutan Lebaran 2026, proses naik kereta ditutup lima menit sebelum jadwal keberangkatan.
Kebijakan ini berlaku di Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi—tiga titik dengan volume penumpang tertinggi di wilayah Daop 2.
Manajemen KAI menilai langkah ini krusial untuk menjaga keselamatan sekaligus ketepatan waktu perjalanan.
“Pelanggan harus datang lebih awal agar tidak tertinggal kereta,” ujar Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, Jumat, 20 Maret 2026.
Pengetatan waktu boarding tak lepas dari perubahan alur layanan di stasiun. Kini, penumpang wajib melewati skybridge dari ruang tunggu menuju peron.
Proses ini dinilai membutuhkan waktu tambahan, terutama saat lonjakan penumpang terjadi.
KAI juga menekankan aspek keselamatan. Penggunaan skybridge dimaksudkan untuk menghilangkan praktik penyeberangan langsung di jalur rel, yang selama ini berisiko tinggi.
Data KAI mencatat, sejak awal masa Angkutan Lebaran pada 11 Maret hingga 20 Maret 2026, terdapat 10 penumpang kereta jarak jauh yang tertinggal.
Kasus tersebut terjadi di Stasiun Bandung dan Kiaracondong—dua stasiun dengan tingkat kepadatan tertinggi.
Lonjakan penumpang memang signifikan. Pada Jumat, 20 Maret 2026, jumlah penumpang berangkat dari Stasiun Bandung mencapai 5.521 orang, sementara Kiaracondong 5.479 orang.
Secara total, keberangkatan dari seluruh wilayah Daop 2 Bandung menyentuh 15.469 penumpang.
Adapun penumpang datang tercatat 13.148 orang, dengan rincian 4.235 tiba di Bandung dan 1.463 di Kiaracondong.
Dari sisi penjualan tiket, okupansi sudah mendekati penuh. Hingga periode 11 Maret–1 April 2026, KAI Daop 2 Bandung telah menjual 307.286 tiket atau sekitar 88,9 persen dari total kapasitas 345.840 kursi.
KAI mengimbau penumpang tiba di stasiun minimal 30 menit sebelum keberangkatan. Pada periode Lebaran, waktu tersebut dinilai sebagai batas aman untuk mengantisipasi antrean dan kepadatan.
Dengan disiplin waktu, KAI berharap operasional kereta selama arus mudik dapat berjalan lebih tertib, aman, dan tepat waktu.***





