“Anak Harimau Benggala Mati, Kader PDIP Jabar Siapkan Dana Rp 5 Juta/Bulan Darurat Hewan”
Bandung, BandungOke – Tangisan dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, di Bandung Zoo, sayup terdengar memecah keheningan kebun binatang.
Namun, kematian mereka di penghujung Maret membuat banyak kehilangan tak hanya bagi dunia satwa, tapi juga panggilan darurat bagi para kader PDI Perjuangan di Jawa Barat.
Instruksi tegas datang dari Ketua Umum partai, Megawati Soekarnoputri. Ia memberi instruksi agar seluruh jajaran partai turun tangan: membeli pakan, mengawasi kesehatan hewan, bahkan menyiapkan opsi pemindahan satwa ke Ragunan atau Surabaya. Semua harus dilakukan sambil berjalan.
“Jangan tunggu lagi! Kalau kita diam, hewan-hewan itu bisa mati semuanya!” tegas Megawati, kata Ono Surono, Ketua DPD PDIP Jabar. Senin 30 Maret 2026.
Tak main-main, kader partai diwajibkan iuran bulanan mulai dari Rp 500.000 untuk anggota DPRD Kabupaten/Kota, hingga Rp 5.000.000 untuk Ketua DPD dan kepala daerah.
Dana ini khusus untuk pakan, dokter hewan, dan kebersihan kandang. Ono bahkan telah mendata satu per satu satwa, jenis makanannya, hingga biaya perawatan tiap bulan.
Megawati menegaskan, ini bukan sekadar politik. Ini tentang nyawa satwa, tentang kepedulian nyata partai terhadap makhluk hidup yang tak bersuara.
“PDI Perjuangan itu tidak hanya politik terus-menerus. Ini masalah hewan juga! Kita harus care!” ujarnya.
Dari tragedi Huru dan Hara, lahirlah gerakan gotong royong kader PDIP Jabar.
Mereka kini menjadi garda depan penyelamatan satwa, memastikan tidak ada lagi korban yang tak bersalah di Bandung Zoo.
Kematian dua anak harimau itu bukan hanya duka, namun itu alarm merah bagi seluruh pihak.
Dan Megawati, melalui kadernya, bergerak cepat untuk menjawab panggilan tersebut.***





