BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

N219 Masuk Pasar Komersial Dalam Negeri, Senjata Baru Logistik Wilayah Terpencil

Denny Surya
5 Mei 2026 - 18:53
N219 Masuk Pasar Komersial Dalam Negeri, Senjata Baru Logistik Wilayah Terpencil



Bandung, BandungOke — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi meneken kontrak penjualan empat unit pesawat N219 dengan PT Mitra Aviasi Perkasa (MAP), menandai langkah awal komersialisasi pesawat karya anak bangsa itu di pasar domestik.

Penandatanganan yang berlangsung di hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung, Selasa, 5 Mei 2026, menjadi kontrak perdana N219 untuk segmen komersial dalam negeri. Dalam skema ini, MAP akan bertindak sebagai pembeli sekaligus operator, dengan fokus utama pengangkutan kargo di wilayah perintis.

Kesepakatan tersebut mencakup pengadaan empat unit N219 konfigurasi kargo, lengkap dengan pelatihan dan dukungan teknis. Proses produksi hingga penyerahan pesawat akan dilakukan secara bertahap setelah kontrak dinyatakan efektif.

RelatedPosts

Pertamax Turbo Melonjak Tajam, BBM Nonsubsidi Resmi Bikin Kantong Jebol

Awal Mei, Harga Emas Antam Menguat ke Rp2,799 Juta

DE-CIX Dorong Interkoneksi, Ekosistem Digital Jabar Siap Melompat

Langkah ini tidak berdiri sendiri. Kehadiran perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam seremoni penandatanganan menegaskan dukungan pemerintah terhadap pemanfaatan N219 sebagai tulang punggung transportasi udara di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3TP).

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menekankan bahwa N219 dirancang khusus untuk menjawab tantangan geografis Indonesia.

“Pesawat ini memang dirancang untuk penerbangan perintis, dengan kemampuan beroperasi di landasan pendek (short runway) kurang dari 1 km serta landasan tidak beraspal (unpaved runway). Untuk medan perbukitan, pesawat ini memiliki stall speed yang sangat rendah sehingga memudahkan manuver dan pengoperasian di medan yang sulit. Dari sisi operasional, pesawat ini juga dirancang dengan biaya operasi yang kompetitif, perawatan yang mudah, serta dukungan layanan purna jual oleh PTDI,” ujar Gita. Selasa 5 Mei 2026.

Dengan karakteristik tersebut, N219 diposisikan bukan sekadar pesawat angkut, melainkan instrumen pembuka akses ekonomi. Distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga konektivitas antardaerah terpencil diharapkan terdongkrak melalui kehadiran armada ini.

Wakil Menteri Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menyebut kontrak ini sebagai momen strategis dalam penguatan kedaulatan teknologi nasional.

”Hari ini kita menyaksikan tanda tangan bersejarah, karena hari ini PTDI melakukan kontrak penjualan N219 kepada perusahaan swasta untuk penerbangan komersial swasta. Ini bukan tanda tangan kontrak biasa, tapi kita sedang mengambil sikap bahwa kita tidak akan terus bergantung pada solusi yang tidak dirancang oleh kita sendiri. Solusi itu harus lahir dari dalam negeri, bukan dari luar negeri. Dan pesawat N219 adalah simbol dari itu semua, bukan sekadar produk tapi pernyataan kedaulatan teknologi yang dibangun oleh anak bangsa untuk menjawab kebutuhan dalam negeri dengan TKDN yang cukup kuat,” ujar Febrian.

PTDI mencatat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) N219 mencapai 44,69 persen. Angka ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat industri dirgantara nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar domestik.

Ke depan, pengembangan ekosistem bisnis N219 diperkirakan akan bergantung pada sinergi lintas kementerian dan lembaga. Selain dukungan kebijakan, keberlanjutan operasional di wilayah perintis juga menjadi kunci agar pesawat ini benar-benar menjadi moda utama, bukan sekadar alternatif.

Dengan kontrak perdana ini, PTDI mengirim sinyal kuat: pasar domestik mulai membuka ruang bagi pesawat buatan dalam negeri untuk bersaing, terutama di ceruk yang selama ini sulit dijangkau—wilayah perintis dengan kebutuhan logistik tinggi namun infrastruktur terbatas.***

Editor: Denny Surya
Tags: aviasi nasionalBappenasindustri dirgantarakargo udaraKementerian Perhubunganlogistik terpencilN219pesawat perintisPTDITKDNtransportasi udara Indonesiawilayah 3TP
Share220Tweet138Share55
ADVERTISEMENT

Trending

N219 Masuk Pasar Komersial Dalam Negeri, Senjata Baru Logistik Wilayah Terpencil
Ekbis

N219 Masuk Pasar Komersial Dalam Negeri, Senjata Baru Logistik Wilayah Terpencil

5 jam ago
KAI Tutup 29 Perlintasan Liar, Namun Ancaman Kecelakaan Masih Mengintai
Berita

KAI Tutup 29 Perlintasan Liar, Namun Ancaman Kecelakaan Masih Mengintai

6 jam ago
3 Harga BBM Pertamina Naik Tajam Hari Ini, Turbo Tembus Rp19.400
Ekbis

Pertamax Turbo Melonjak Tajam, BBM Nonsubsidi Resmi Bikin Kantong Jebol

14 jam ago
Kolaborasi Telkom University–UI Menguat, Program Double Degree dan Exchange Disiapkan
Pendidikan

Kolaborasi Telkom University–UI Menguat, Program Double Degree dan Exchange Disiapkan

1 hari ago
Menuju Indonesia Emas 2045, Habiburokhman Dorong HMI Naik Kelas
Jawa Barat

Menuju Indonesia Emas 2045, Habiburokhman Dorong HMI Naik Kelas

2 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!