Jakarta, BandungOke – PT Kereta Api Indonesia mencatat lonjakan penjualan tiket selama periode libur panjang Imlek 13–17 Februari 2026.
Hingga Jumat, 13 Februari 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 604.642 tiket telah terjual dari total kapasitas 824.517 kursi yang disediakan.
Tren tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada momentum liburan, sekaligus menunjukkan pola yang kerap berulang menjelang masa angkutan besar seperti Lebaran—yakni pembelian mendekati hari keberangkatan.
Pada hari pertama libur panjang, jumlah pelanggan yang diberangkatkan diproyeksikan mencapai 172.392 orang, melampaui kapasitas kursi harian sebesar 164.153 tempat duduk.
Tingkat okupansi sementara tercatat 105,02 persen, dipengaruhi pola perjalanan dinamis, yakni penumpang yang naik dan turun di stasiun antara.
Secara rinci, penjualan tertinggi terjadi pada 13 dan 14 Februari, masing-masing lebih dari 170 ribu dan 143 ribu pelanggan.
Sementara itu, angka pemesanan pada hari berikutnya masih berpotensi meningkat seiring penjualan yang terus berlangsung.
Relasi padat didominasi jalur utama Jawa, terutama lintas Yogyakarta–Jakarta, Jakarta–Semarang, serta Bandung–Jakarta.
Tingginya permintaan di koridor ini menunjukkan konsentrasi mobilitas pada jalur ekonomi dan wisata.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal untuk menghindari kehabisan tiket.
“Kami mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan sejak dini serta memanfaatkan kanal resmi KAI agar memperoleh informasi yang akurat dan aman. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, maupun mitra penjualan resmi,” ujarnya.
KAI memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan SDM untuk menjaga kelancaran operasional selama periode libur panjang, sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas yang diperkirakan masih akan meningkat hingga akhir masa liburan.






