Cirebon, BandungOke – Panen Perdana Sorgum PTDI di Cirebon, Dorong Ketahanan Pangan Jawa Barat
Panen perdana tanaman sorgum di Kabupaten Cirebon menjadi sinyal awal upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas alternatif di Jawa Barat.
Inisiatif ini digerakkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang mendorong diversifikasi pangan sekaligus pemberdayaan petani lokal.
Panen dilakukan di lahan Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Padi dan Palawija, Plumbon, Cirebon, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, tokoh masyarakat Jawa Barat Umuh Muchtar, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat Dadan Hidayat.
Panen tersebut merupakan kelanjutan dari penanaman sorgum yang dilakukan pada Oktober 2025.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memperluas pilihan komoditas pangan yang bernilai gizi dan ekonomi.
Sorgum dipilih karena memiliki daya adaptasi tinggi terhadap berbagai kondisi lahan serta relatif tahan terhadap kekeringan.
Tanaman ini juga memiliki potensi pemanfaatan yang luas, mulai dari bahan pangan, pakan ternak, hingga energi biomassa.
Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, mengatakan pengembangan sorgum merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong ekonomi berbasis potensi lokal.
“Pemanfaatan komoditas sorgum sebagai alternatif bahan pangan sekaligus nantinya juga bisa menjadi sumber biomassa merupakan bagian dari komitmen PTDI melalui program TJSL dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan ekonomi berbasis potensi lokal,” kata Gita dalam keterangan persnya, Jum’at (6/3/2026)
“Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan solusi inovatif yang sejalan dengan penguatan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi petani, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Kolaborasi Lahan dan Pemberdayaan Petani
Sebelum panen dilakukan, PTDI juga menandatangani piagam kerja sama dengan tokoh masyarakat Jawa Barat, Umuh Muchtar. Kesepakatan itu berkaitan dengan pemanfaatan lahan untuk pengembangan kawasan budidaya sorgum di wilayah Jatigede, Kabupaten Sumedang.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gita Amperiawan dan Umuh Muchtar. Kemitraan ini diarahkan untuk memanfaatkan lahan produktif sekaligus mendorong keterlibatan petani lokal dalam pengembangan komoditas sorgum secara berkelanjutan.
Keterlibatan tokoh masyarakat dan organisasi sosial seperti Paguyuban Pasundan memperlihatkan bahwa pengembangan sorgum tidak hanya menjadi agenda perusahaan, tetapi juga gerakan kolektif untuk memperkuat kemandirian pangan daerah.
Sinergi PTDI dan Kementan
Dalam momentum yang sama, PTDI juga menandatangani komitmen bersama dengan Direktorat Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.
Kesepakatan ini mencakup pemanfaatan lahan sorgum seluas 10 hektare di Jawa Barat serta program pemberdayaan petani dan UMKM melalui bimbingan teknis serta supervisi budidaya.
PTDI akan menyediakan dukungan teknologi pengolahan sorgum serta pengembangan mesin pengolahan hasil panen.
Sementara itu, Kementerian Pertanian akan menyinergikan program tersebut dengan kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan.
Saat ini, program budidaya sorgum PTDI baru dilakukan di lahan awal seluas 1,5 hektare. Namun hasil panen dinilai cukup positif sehingga perusahaan berencana memperluas kawasan budidaya pada Mei 2026.
Dengan potensi panen hingga tiga kali dalam setahun, sorgum dinilai bisa menjadi salah satu komoditas strategis dalam upaya diversifikasi pangan nasional.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan terhadap komoditas pangan utama, pengembangan tanaman alternatif seperti sorgum dipandang sebagai salah satu strategi untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.***






