BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

APTISI Jawa Barat Serukan Jaga Nurani Bangsa di Tengah Krisis

Denny Surya
2 September 2025 - 14:15
APTISI Jawa Barat Serukan Jaga Nurani Bangsa di Tengah Krisis



Bandung, BandungOke – Di tengah riuh gelombang unjuk rasa yang meluas di berbagai daerah, suara tenang datang dari kalangan akademisi.

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat memilih mengambil peran sebagai penyeimbang, bukan dengan menambah teriakan di jalan, melainkan dengan mengingatkan bangsa akan nurani dan akal sehat.

Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. Eddy Soeryanto Soegoto, menyebut perguruan tinggi bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga benteng moral di tengah guncangan sosial.

RelatedPosts

UPI Naik Kelas di Ranking Nasional 2026, Ini Faktor Pendorongnya

Alarm Menkomdigi: Lulusan Harus Lawan Banjir Hoaks Digital

Data Pribadi Terancam, Telkom University Turun Tangan Edukasi Warga

“Kami melihat gejolak ini jangan sampai menjadi bara yang memecah bangsa. Jalan keluar dari krisis bukan dengan kekerasan atau kebijakan elitis, melainkan melalui dialog, empati, dan tanggung jawab bersama,” ujarnya Selasa (2/9/2025)

Suara yang Menjaga Empati

APTISI mengingatkan DPR agar tidak kehilangan empati. Ketika masyarakat sedang terhimpit ekonomi, kebijakan publik seharusnya menjadi penyangga, bukan beban tambahan.

Bagi Prof. Eddy, inilah saatnya wakil rakyat menunjukkan teladan kesederhanaan. “Kalau rakyat diminta berhemat, wakil rakyat pun harus berhemat. Membatalkan kenaikan tunjangan dan perjalanan dinas luar negeri adalah wujud nyata empati,” katanya.

Seruan ini bukan sekadar kritik, tetapi ajakan moral: bahwa keadilan sosial bukan jargon, melainkan tanggung jawab nyata yang ditanggung bersama.

Menjaga Ruang Aspirasi Mahasiswa

Sebagai payung perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, APTISI juga mengingatkan pimpinan kampus agar memberi ruang bagi mahasiswa menyampaikan aspirasi.

Namun ruang itu, kata Prof. Eddy, harus dijaga agar tetap konstruktif. “Mahasiswa adalah energi moral bangsa. Mereka harus kita damping, bukan kita halangi, tapi juga jangan sampai terseret arus destruktif,” tuturnya.

Pesan itu terasa sebagai peringatan halus: mahasiswa boleh kritis, tetapi tetap harus berpijak pada nilai akademis dan tanggung jawab sosial.

Ajakan untuk Aparat

Tidak hanya ke kampus, APTISI juga menyorot peran aparat. Represivitas, menurut mereka, hanya akan menambah luka. “Represif bukan jalan. Aparat harus persuasif, karena yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah rasa aman, bukan rasa takut,” ujar Prof. Eddy.

Selain itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk transparan mengungkap dalang kerusuhan dan penjarahan. Dalam pandangannya, keadilan harus nyata hadir di tengah masyarakat agar kepercayaan publik tidak runtuh.

Forum Dialog Nasional

Menyadari kompleksitas persoalan bangsa, APTISI Jawa Barat mendorong lahirnya forum dialog nasional yang melibatkan pemerintah, DPR, akademisi, aparat, tokoh masyarakat, dan mahasiswa.

Bagi Prof. Eddy, ruang dialog itulah yang bisa menjadi jalan keluar dari kebuntuan politik dan ketegangan sosial.

“Bangsa ini besar karena persatuan. Jangan biarkan ada pihak yang menunggangi keresahan rakyat untuk memecah belah kita. Jalan terbaik adalah duduk bersama, membuka hati, dan mencari solusi,” ia menegaskan.

Menjaga Nurani di Tengah Duka

APTISI juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa yang jatuh dari masyarakat, mahasiswa, hingga aparat. Doa mereka mengalun sebagai penutup pernyataan sikap, tetapi sekaligus menjadi pengingat: bahwa konflik selalu menyisakan luka kemanusiaan.

Dalam nada lirih, Prof. Eddy menyampaikan harapannya, “Kami berduka atas semua korban. Semoga peristiwa ini tidak terulang kembali. Kampus dan akademisi akan terus berperan menjaga nurani bangsa.” pungkasnya.***

Tags: akademisi Indonesiaaparat keamananAPTISI Jawa Baratdialog nasionalDPRempati politikkeresahan publikkonflik nasionalkrisis sosialmahasiswaNurani bangsaperguruan tinggi swastaProf Eddy Soeryanto Soegotostabilitas bangsaunjuk rasa
Share222Tweet139Share55
ADVERTISEMENT

Trending

69.574 Kursi KA di Daop 2 Bandung Ludes Diburu Jelang Libur 1 Mei
Ekbis

69.574 Kursi KA di Daop 2 Bandung Ludes Diburu Jelang Libur 1 Mei

6 jam ago
UPI Peringkat 1 SNBP 2026, Diserbu 53 Ribu Peminat Nasional
Pendidikan

UPI Naik Kelas di Ranking Nasional 2026, Ini Faktor Pendorongnya

9 jam ago
Sensasi “Signature 30” di HARRIS Bandung, Kuliner Lintas Rasa dari Rp65 Ribu
Ekbis

Sensasi “Signature 30” di HARRIS Bandung, Kuliner Lintas Rasa dari Rp65 Ribu

14 jam ago
342 Perlintasan Kereta di Bandung Rawan, KAI Soroti Disiplin Pengendara
Jawa Barat

342 Perlintasan Kereta di Bandung Rawan, KAI Soroti Disiplin Pengendara

1 hari ago
Di Balik Satwa yang Terurus, Ada Karyawan Setia: Andri Minta Jangan Disingkirkan
Kota Bandung

Di Balik Satwa yang Terurus, Ada Karyawan Setia: Andri Minta Jangan Disingkirkan

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!