close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Sunda Melawan! PEWARIS Ultimatum Rebut Kembali Kebon Binatang Bandung

by Denny Surya
19 September 2025 - 22:38
Trisula AMS dan Derenten yang Terancam, Ketika Warisan Sunda Dibelah Kekuasaan

Bandung, BandungOke.com – Aroma perlawanan dari tanah Pasundan makin terasa pekat. Forum Penjaga Warisan Sunda (PEWARIS) resmi mengeluarkan maklumat yang mengguncang publik.

Kebon Binatang Bandung bukan sekadar arena rekreasi, melainkan simbol sejarah, identitas, dan warisan budaya Sunda yang tak boleh ditukar dengan kepentingan bisnis.

RelatedPosts

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

MSB 17 Tahun: Menjaga Ruang Sastra di Tengah Riuh Zaman

“Bandung Zoo adalah warisan sejarah urang Sunda, bukan milik segelintir kelompok. Jangan ada yang coba-coba merampasnya,” tegas Rully Alfiandi, tokoh masyarakat Sunda, Jumat (19/9/2025).

Pernyataan keras ini muncul di tengah polemik panjang antara Yayasan Margasatwa Tamansari, pengelola historis sejak era Raden Ema Bratakusumah dengan kelompok yang diduga kuat akan melakukan pengambilalihan secara sepihak sejak 2017.

Bagi PEWARIS, polemik yang terjadi bukan sekadar konflik manajemen, melainkan perampasan sejarah. “Upaya memutarbalikkan fakta demi kepentingan kelompok tertentu adalah pengkhianatan terhadap warisan leluhur urang Sunda,” tegas isi maklumat.

Tiga Tuntutan PEWARIS

Lewat deklarasi resmi, PEWARIS mengajukan tiga tuntutan ultimatum:

1. Menghargai dan melestarikan sejarah Sunda. Nilai historis dan budaya harus ditempatkan di atas kepentingan ekonomi jangka pendek.

2. Mengembalikan pengelolaan Bandung Zoo kepada keluarga penerus Raden Ema Bratakusumah. Sebagai penghargaan atas jasa pendiri yang merawat aset kultural urang Sunda.

3. Menjaga fungsi ekologis Babakan Siliwangi. Lahan kebun binatang harus dipertahankan sebagai kawasan konservasi, bukan dialihfungsikan demi proyek ekonomi lain.

Warisan yang Terancam

Kebon Binatang Bandung berdiri sejak 1933 dengan nama Derenten, kebun binatang tertua kedua di Indonesia setelah Surabaya. Dari konservasi hingga pendidikan publik, ia telah menjadi bagian dari identitas Bandung.

Namun sejak kesepakatan operasional dengan Jhon Sumampau pada 2017 silam, arah pengelolaan berubah. Indikasi perebutan kendali makin nyata, mengabaikan akar sejarah dan budaya Sunda.

“Warisan Sunda ini tidak untuk diperdagangkan. Getih Kuring Siliwangi, Jiwa Kami Pakusarakan. Jika perlu, kami rebut kembali!” seru Rully Alfiandi lantang.

Maklumat itu menjadi alarm keras bahwa Bandung sedang kehilangan identitas, ditekan modal dan kuasa.

Gelombang Perlawanan

Deklarasi PEWARIS juga mendapat dorongan dari berbagai tokoh Sunda seperti Dindin S. Maolani yang menegaskan forum ini segera melangkah ke jalur politik dan hukum.

“Forum ini bisa sesegera mungkin audiensi ke DPRD, mendesak Kejaksaan mencabut izin sementara yang diberikan kepada yayasan yang dipimpin Sumampau, dan meminta klarifikasi kepada wali kota maupun BPN,” kata Dindin.

Ia menambahkan, gerakan harus diperluas dengan melibatkan Perhimpunan Kasundaan, ormas, dan tokoh masyarakat lainnya. “Waktunya tepat sekarang segera harus bergerak. Kehilangan momentum, kita tidak akan cukup kuat, karena para komprador selalu unggul dalam pendanaan,” tegasnya.

Identitas di Persimpangan

Polemik ini lebih dari sekadar rebutan aset. Bagi banyak kalangan, ini adalah pertarungan identitas. Kebon Binatang Bandung adalah simbol bahwa Sunda punya sejarah, punya warisan, dan berhak menolak dominasi ekonomi yang melupakan akar budaya.

Momentum penyelamatan kebun Binatang jadi triger kebangkitan orang Sunda yang
seolah tersengat dan tersadarkan bahwa warisan budaya dan sejarah Sunda selama ini terabaikan dari pantauan pegiat kesundaan.

Padahal jika dicermati sudah banyak hak orang Sunda yang telah dalam penguasaan ‘asing’ alias pihak yg tidak berkorelasi atas hak sejarah dan budaya Sunda.

Seperti kata maklumat, ini bukan soal kalah atau menang. Ini soal sejarah mencatat bahwa urang Sunda pernah melawan, dan tidak menyerah pada keadaan.***

Tags: BandungKebon Binatang BandungPEWARISWarisan Sundayayasan margasatwa tamansariYayasan Taman Safari
Share631Tweet395Share158

Trending

KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

5 jam ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

9 jam ago
Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia
Nasional

Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia

12 jam ago
Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga
Nasional

Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga

1 hari ago
Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik
Jawa Barat

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

1 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam