Bandung, BandungOke – Rencana pengembangan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kiaracondong, Bandung, mulai dimatangkan. Proyek kolaborasi pemerintah, KAI, dan Danantara ini diproyeksikan menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan akses transportasi kereta api sebagai keunggulan utama.
Berikut 10 detail penting proyek hunian TOD Kiaracondong yang perlu diketahui.
1. Ditinjau Langsung Menteri PKP dan Dirut KAI
Peninjauan dilakukan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di kawasan Kiaracondong, Bandung, Senin (6/4).
2. Berlokasi di Sekitar Balai Yasa Kiaracondong
Lahan yang dikaji berada di sekitar Balai Yasa Jembatan Kiaracondong yang memiliki akses langsung ke jaringan transportasi kereta api.
3. Difokuskan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Hunian vertikal ini disiapkan khusus untuk MBR agar memiliki tempat tinggal layak dengan harga terjangkau di kawasan perkotaan.
4. Konsep TOD Terintegrasi Transportasi Publik
Pengembangan TOD akan mengintegrasikan hunian dengan transportasi massal, sehingga penghuni dapat menghemat biaya mobilitas harian.
5. Tim Gabungan Sedang Susun Perencanaan
Pemerintah membentuk tim gabungan yang melibatkan Kementerian PKP, KAI, Danantara, dan Pemerintah Kota Bandung untuk mengkaji aspek teknis dan tata ruang.
“Kami bekerja untuk kepentingan rakyat. Melalui perencanaan yang matang, lahan-lahan ini nantinya akan disiapkan untuk hunian MBR agar mereka memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Pada 25 April nanti, tim akan memaparkan konsep dasarnya, termasuk bagaimana fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah akan diintegrasikan dalam kawasan tersebut,” ujar Maruarar Sirait.
6. Ada Komitmen Awal 1.000 Unit Rumah
Pemerintah mengungkapkan dukungan awal dari sektor swasta untuk pembangunan hunian.
“Sudah ada komitmen awal untuk pembangunan seribu unit rumah melalui skema tanggung jawab sosial. Lokasi penempatannya akan dikaji bersama KAI agar selaras dengan pengembangan aset mereka,” tambah Maruarar.
7. Akses Kereta Jadi Keunggulan Utama
Hunian TOD dirancang agar penghuni memiliki akses langsung ke moda transportasi kereta api yang cepat dan terjangkau.
“Sejumlah lahan KAI di Bandung ini memang diproyeksikan akan dikembangkan menjadi hunian vertikal. Fokus utama kami adalah memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Jika warga tinggal di area TOD seperti Kiaracondong, mereka akan jauh lebih efisien dalam pengeluaran transportasi karena akses kereta api berada tepat di lingkungan tempat tinggal,” jelas Bobby.
8. Disiapkan Ruang Publik dan Area UMKM
Selain hunian, kawasan TOD akan dilengkapi ruang terbuka publik serta area bisnis mikro untuk mendukung ekonomi warga.
9. Optimalisasi Aset Negara
Inventarisasi lahan dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi aset milik negara yang tetap mengedepankan keselamatan operasional kereta api.
10. Ditargetkan Jadi Kawasan Hunian Inklusif
Pengembangan kawasan Kiaracondong diharapkan menjadi model hunian vertikal terintegrasi yang tertib, inklusif, dan mendukung kualitas hidup masyarakat.
Proyek hunian TOD Kiaracondong ini diproyeksikan menjadi solusi kebutuhan perumahan di perkotaan sekaligus mendorong efisiensi biaya transportasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan integrasi langsung ke jaringan kereta api, kawasan ini berpotensi menjadi contoh pengembangan hunian terjangkau berbasis transportasi publik di Bandung.***





