BandungOke, Bandung — Universitas Pendidikan Indonesia memperketat standar kelulusan mahasiswa.
Tak lagi hanya mengandalkan indeks prestasi kumulatif (IPK), kampus pendidikan terbesar di Indonesia itu kini mewajibkan mahasiswa memiliki minimal dua sertifikat kompetensi dan memenuhi 100 poin kegiatan sebelum dinyatakan layak mengikuti wisuda.
Kebijakan tersebut terungkap dalam prosesi Wisuda Gelombang II Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudi, Bandung, Minggu 10 Mei 2026.
Pada gelombang ini, sebanyak 1.793 lulusan resmi diwisuda, mulai dari jenjang doktor, magister, sarjana hingga diploma empat.
Rektor Didi Sukyadi menegaskan, tantangan dunia kerja global membuat perguruan tinggi harus mengubah standar kompetensi lulusan.
“Mahasiswa UPI wajib mengikuti uji kompetensi pada akhir masa studi dan memiliki minimal dua sertifikat kompetensi, yaitu bahasa Inggris dan kompetensi tambahan seperti teknologi informasi atau kepemimpinan. Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan memenuhi 100 poin kegiatan sebagai syarat mengikuti ujian,” ujar Didi Sukyadi.
Kebijakan baru itu menjadi bagian dari strategi UPI mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif menghadapi perubahan industri dan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Tak hanya soal sertifikasi, UPI juga memperkuat pengembangan soft skills mahasiswa melalui sistem poin aktivitas.
Mahasiswa diwajibkan aktif mengikuti seminar nasional dan internasional, kompetisi ilmiah, publikasi akademik, kegiatan organisasi, prestasi olahraga, hingga program pengembangan diri lainnya.
“Yang kami bangun bukan hanya penguasaan bidang ilmu, tetapi juga kemampuan adaptasi, komunikasi, jejaring, dan pembelajaran sepanjang hayat. Lulusan harus siap berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan, industri, maupun kewirausahaan,” kata Didi.
Data akademik universitas mencatat, dari total 1.793 lulusan tersebut terdiri atas 154 lulusan program doktor, 335 lulusan program magister, 1.292 lulusan sarjana, dan 12 lulusan diploma empat.
Fakultas Ilmu Pendidikan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 257 wisudawan. Disusul Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial sebanyak 228 wisudawan, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra 182 wisudawan, serta Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan sebanyak 177 wisudawan.
Sementara itu, kampus daerah UPI juga menunjukkan kontribusi besar dalam perluasan akses pendidikan tinggi. Kampus UPI Serang meluluskan 111 wisudawan, Kampus UPI Purwakarta 93 wisudawan, Kampus UPI Cibiru 84 wisudawan, serta masing-masing 57 wisudawan dari Kampus UPI Sumedang dan Tasikmalaya.
Melalui penguatan sertifikasi kompetensi, pengalaman organisasi, dan pengembangan karakter mahasiswa, UPI ingin memastikan lulusannya mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.***





