BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

UPI Wisuda Dua Mahasiswi Disabilitas, Kisah Haru Kesetaraan di Tengah 1.793 Lulusan

Denny Surya
10 Mei 2026 - 14:01
UPI Wisuda Dua Mahasiswi Disabilitas, Kisah Haru Kesetaraan di Tengah 1.793 Lulusan



Bandung, BandungOke – Di tengah riuh tepuk tangan ribuan keluarga yang memenuhi Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Minggu, 10 Mei 2026, ada momen yang membuat suasana wisuda terasa lebih hangat dan manusiawi.

Dua mahasiswi penyandang disabilitas melangkah menuju panggung wisuda bersama 1.791 lulusan lainnya.

Tak ada perlakuan berbeda. Mereka mengenakan toga yang sama, berdiri sejajar dengan para wisudawan lain, lalu menerima ucapan selamat di hadapan ribuan orang.

RelatedPosts

Tak Cuma IPK, Ribuan Lulusan UPI Kini Wajib Kantongi Sertifikat Kompetensi

Legenda Persib Hadiri Reuni USB YPKP, Alumni Siapkan Charity Warga

Di Tengah Krisis Guru Besar Nasional, UPI Justru Pecahkan Rekor Baru

Namun di balik prosesi itu, tersimpan pesan yang lebih besar tentang keberpihakan kampus terhadap hak pendidikan yang setara.

Universitas Pendidikan Indonesia mewisuda sebanyak 1.793 lulusan pada Wisuda Gelombang II Tahun 2026. Para lulusan berasal dari jenjang doktor, magister, sarjana, hingga diploma empat yang tersebar di berbagai fakultas, Sekolah Pascasarjana, dan kampus daerah UPI.

Rektor Didi Sukyadi mengatakan, kehadiran wisudawan disabilitas menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun pendidikan inklusif yang memberi ruang setara bagi semua mahasiswa.

“Kami tidak membeda-bedakan kesempatan bagi mahasiswa. Infrastruktur, kebijakan, hingga layanan pendampingan terus kami siapkan agar mahasiswa disabilitas memperoleh hak pendidikan yang setara,” ujar Didi Sukyadi. Minggu 10 Mei 2026.

Menurut dia, UPI selama ini telah menyiapkan berbagai dukungan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Dukungan itu tidak hanya berupa akses fisik, tetapi juga menyangkut kebijakan akademik dan layanan pendampingan.

“Program ini sudah berjalan dan kita selalu memperhatikan kebutuhan untuk teman-teman yang berkebutuhan khusus, misalnya dari penyediaan infrastruktur, apakah berupa gedung, petunjuk-petunjuk supaya mobilitasnya terbantu, kemudian juga dari sisi policy,” katanya.

UPI juga memiliki unit layanan mahasiswa disabilitas di bawah Direktorat Kemahasiswaan yang bekerja sama dengan bidang bimbingan konseling serta Departemen Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan.

Beberapa tahun terakhir, kampus UPI telag membuka jalur penerimaan khusus bagi mahasiswa disabilitas. Menurut Didi, pendekatan tersebut dilakukan agar akses pendidikan tinggi tidak lagi menjadi ruang yang sulit dijangkau kelompok difabel.

“Beberapa tahun yang lalu kita memberikan kesempatan masuk ke UPI jalur disabilitas yang tentu perlakuannya berbeda dari jalur yang lain,” ujarnya.

Dalam prosesi wisuda kali ini, UPI bahkan menyiapkan penerjemah khusus bagi dua wisudawan disabilitas agar mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan baik.

“Tadi kita ada dua orang wisudawan dari kalangan disabilitas, kita siapkan penerjemah khusus. Sehingga mereka bisa memahami apa yang sedang terjadi,” kata Didi.

Bagi UPI, keberpihakan terhadap penyandang disabilitas bukan sekadar slogan seremonial. Didi menyebut kampus juga memberi ruang kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan universitas.

“Kita juga tidak membeda-bedakan baik dari sisi kesempatan maupun dari sisi yang lainnya, termasuk ada di bagian humas, ada staf kita yang memang dari disabilitas. Itu untuk menunjukkan keberpihakan kita UPI kepada disabilitas,” ujarnya.

Di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin ketat, kisah dua mahasiswi disabilitas yang diwisuda hari itu menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya tempat mengejar gelar akademik, tetapi juga ruang menghadirkan martabat dan kesempatan yang setara bagi setiap orang.***

Editor: Denny Surya
Tags: akses pendidikanBandungDidi Sukyadikampus inklusifmahasiswa disabilitaspendidikan inklusifpendidikan ramah disabilitaspendidikan tinggiUniversitas Pendidikan IndonesiaUPIUPI Bandungwisuda gelombang IIwisuda UPI 2026wisudawan disabilitas
Share220Tweet138Share55
ADVERTISEMENT

Trending

Persija vs Persib Hari Ini, Berikut 10 Titik Nobar Paling Ramai di Bandung
Kota Bandung

Persija vs Persib Hari Ini, Berikut 10 Titik Nobar Paling Ramai di Bandung

4 jam ago
Asep Romy Dorong Program MBG Tekan Stunting di Kabupaten Bandung
Jawa Barat

Asep Romy Dorong Program MBG Tekan Stunting di Kabupaten Bandung

4 jam ago
Tak Cuma IPK, Ribuan Lulusan UPI Kini Wajib Kantongi Sertifikat Kompetensi
Pendidikan

Tak Cuma IPK, Ribuan Lulusan UPI Kini Wajib Kantongi Sertifikat Kompetensi

4 jam ago
UPI Wisuda Dua Mahasiswi Disabilitas, Kisah Haru Kesetaraan di Tengah 1.793 Lulusan
Pendidikan

UPI Wisuda Dua Mahasiswi Disabilitas, Kisah Haru Kesetaraan di Tengah 1.793 Lulusan

5 jam ago
Farhan Turun Bersih-Bersih Paskal, Sasapu Bandung Kini Sasar 181 Titik
Kota Bandung

Farhan Turun Bersih-Bersih Paskal, Sasapu Bandung Kini Sasar 181 Titik

10 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!