Bandung, BandungOke – Antusiasme tinggi jelang laga klasik Persib Bandung kontra Persija Jakarta membuat Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah antisipatif.
Alih-alih membiarkan euforia meluber ke jalan, Wali Kota Muhammad Farhan memilih skema pengendalian massa berbasis wilayah.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 11 Januari 2026, dipastikan menyedot perhatian besar. Tiket bahkan telah habis terjual jauh hari.
“Tiket sudah habis sejak beberapa minggu yang lalu. Namun bobotoh tidak perlu khawatir,” ujar Farhan. Dikutip Jumat (9/1)
Untuk mencegah penumpukan massa di stadion, Farhan menginstruksikan seluruh camat menggelar nonton bareng (nobar) di kecamatan masing-masing.
“Wahai camat-camat, pastikan bikin Nobar di semua kecamatan. Sehingga untuk bobotoh yang tidak kebagian tiket, tidak usah maksa datang ke GBLA,” katanya.
Selain itu, Farhan menegaskan larangan konvoi dan pawai di jalan, baik saat Persib menang maupun kalah. Menurutnya, kedewasaan suporter diuji bukan hanya saat merayakan kemenangan.
“Menang kalah jangan pawai. Kita tunjukkan bahwa bobotoh, baik saat senang maupun sedih, tetap bisa menjaga ketertiban dan tidak menyusahkan orang lain,” ujarnya.
Farhan berharap pendekatan ini bisa menjaga keamanan kota tanpa mematikan semangat dukungan terhadap Persib.
“Yang paling penting Persib menang dan kita dukung dengan cara yang terbaik,” katanya, sembari memprediksi kemenangan Persib 2-0 atas Persija.***






