Bandung BandungOke – Di jantung kawasan lawas Jalan Braga, Ramadan tahun ini terasa berbeda.
de Braga by ARTOTEL mengemas pengalaman berbuka puasa dalam balutan nostalgia dan cita rasa lintas daerah lewat program bertajuk “A Wishful Ramadan”.
Hotel yang menjadi bagian dari ARTOTEL Group ini tidak sekadar menawarkan paket makan sepuasnya. Mereka menjual suasana: temaram lampu senja, detail bangunan bergaya heritage, serta denyut artistik khas Braga yang melekat kuat pada identitas hotel.
Berlangsung di Alfresco Bistro, tamu diajak menikmati hidangan all you can eat dengan rotasi menu harian. Setiap hari, dapur menghadirkan inspirasi dari berbagai daerah—mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, hingga Madura. Konsepnya sederhana: rasa yang akrab, seperti masakan rumahan, tetapi dikemas dalam presentasi hotel berbintang.
Pilihan nasi menjadi titik tolak pengalaman rasa—dari nasi kecombrang, nasi daun jeruk, hingga nasi kemangi. Lauk pendampingnya tak kalah menggoda: terong balado, ayam rempah khas de Braga, serta aneka babakaran seperti udang, cumi, dan daging sapi yang dimarinasi rempah lalu dipanggang dalam sesi live cooking.
Di meja takjil, kolak, jajanan pasar, kerupuk banjur, hingga asinan buah tersaji berdampingan dengan minuman segar berbahan timun dan markisa. Kombinasi ini menciptakan transisi yang lembut dari manis pembuka menuju hidangan utama yang kaya bumbu.
General Manager De Braga by ARTOTEL, Tri Wenda Agus Setyabudi, menegaskan bahwa konsep ini bukan semata soal ragam menu.
“Melalui A Wishful Ramadan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya memanjakan selera, tetapi juga menghadirkan memori—dengan nuansa heritage, rasa yang akrab, serta kehangatan kebersamaan layaknya berbuka di rumah bersama keluarga.”
Program ini berlangsung pada 19 Februari–19 Maret 2026 dengan harga Rp185.000 nett per orang. Di tengah menjamurnya paket buka puasa hotel di Bandung, de Braga memosisikan diri lewat diferensiasi atmosfer: pengalaman berbuka yang bersandar pada karakter kawasan dan memori kolektif.
Di kota yang terus bergerak modern, Braga tetap menjadi simpul romantisme. Dan Ramadan kali ini, romantisme itu hadir dalam wujud meja panjang penuh sajian Nusantara—hangat, akrab, dan ingin diulang kembali.***





