Bandung Barat, BandungOke — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan dukungannya terhadap pembangunan RS Adhyaksa di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Dukungan itu dinyatakan dalam seremoni peletakan batu pertama, Senin (23/2/2026), di atas lahan hibah seluas sekitar 88.373 meter persegi kepada Kejaksaan Republik Indonesia.
Rumah sakit ini dirancang menjadi RS Adhyaksa kelima di Indonesia, dengan target rampung dalam waktu satu tahun.
Namun bagi UPI, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fasilitas kesehatan, melainkan bagian dari strategi memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran dan riset kesehatan di Jawa Barat.
Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyebut kehadiran rumah sakit itu akan memperluas ruang praktik klinis mahasiswa sekaligus mendorong kolaborasi akademik.
“Keberadaan RS Adhyaksa di Lembang menjadi momentum bagi penguatan pendidikan kedokteran dan riset kesehatan. Sinergi antara rumah sakit, akademisi, dan kampus akan memperkaya ekosistem pendidikan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan persnya, Rabu 25 Februari 2026.
Menurut Didi, dukungan UPI merupakan implementasi konsep Perguruan Tinggi Berdampak.
“Ini adalah perwujudan nyata konsep Perguruan Tinggi Berdampak. Kampus harus hadir dan menjadi bagian dari ekosistem yang memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas.” katanya.
RS Adhyaksa Lembang direncanakan menyediakan layanan medis umum, penunjang klinis, forensik dan medikal, hingga rehabilitasi medis termasuk penanganan penyalahgunaan narkotika secara medis.

UPI melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari pengembangan academic health system yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut sekaligus menopang agenda pembangunan berkelanjutan, terutama peningkatan akses kesehatan dan penguatan mutu pendidikan tinggi berbasis kebutuhan masyarakat.***





