Bandung, BandungOke — Pemerintah Kota Bandung berpacu dengan waktu. Target nasional penghentian open dumping pada akhir 2026 memaksa kota ini menyusun peta jalan pengelolaan sampah secara agresif.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut waktu yang tersisa hanya sekitar enam bulan untuk memastikan tak ada lagi pembuangan ke TPA.
“Kita memiliki waktu sekitar enam bulan untuk memastikan di akhir tahun 2026 tidak ada lagi pembuangan ke TPA. Ini harus disiapkan dari sekarang,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Strategi utama diarahkan ke pengolahan sampah di hulu. Pemkot menargetkan tambahan kapasitas pengolahan sebesar 100–200 ton per hari.
Saat ini, produksi sampah Bandung mencapai 1.800 ton per hari—angka yang masih jauh dari kapasitas pengolahan ideal.
“Pengolahan dari hulu menjadi kunci agar beban ke TPA dapat dikurangi secara signifikan,” kata Farhan.
Namun, pembatasan kuota TPA masih menjadi kendala serius. Antrean panjang truk sampah memperlihatkan sistem yang belum sepenuhnya siap bertransisi.
Farhan mengingatkan, solusi tidak boleh menimbulkan masalah baru.
“Jangan sampai kita mengurangi sampah, tapi justru menimbulkan polusi baru. Itu tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Sebagai bagian dari efisiensi, Pemkot mulai mendorong penggunaan kendaraan listrik, termasuk untuk kendaraan dinas.***





