KARAWANG, BandungOke — Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari kembali mendorong penguatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PGRI itu digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan dihadiri ratusan warga. Hadir pula Kasubag TU KPPG Cirebon BGN Eric Dyan Nurdiyansyah.
Dalam sosialisasi tersebut, Putih Sari menyoroti persoalan stunting dan kekurangan gizi yang dinilai masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Menurut dia, masalah gizi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas generasi masa depan.
“Masalah gizi dan stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi cukup akan tumbuh lebih sehat, memiliki perkembangan otak yang optimal, serta kemampuan belajar yang lebih baik. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas,” papar Putih Sari.

Ia mengatakan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting. Program tersebut, kata dia, tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pola konsumsi sehat.
“Program ini bukan sekadar memberikan makanan kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan mengawasi pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, program MBG juga disebut membuka ruang partisipasi masyarakat. Warga dapat terlibat sebagai petugas maupun pemasok bahan pangan untuk dapur MBG di daerah masing-masing.
Pemerintah berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting sebagai bagian dari investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.***





