Bekasi, BandungOke – Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memperkuat kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam sosialisasi program MBG di Aula Kantor Desa Sukamantri, Kabupaten Bekasi, Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Putih Sari mengatakan persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Menurut dia, pemenuhan gizi menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi unggul.
“Persoalan stunting tidak bisa dipandang sebagai masalah kesehatan semata, tetapi menyangkut kesiapan bangsa dalam menghadapi masa depan. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi yang baik akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, perkembangan otak yang optimal, serta kemampuan belajar yang lebih baik,” ujar Putih Sari.
Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap penguatan ketahanan gizi masyarakat. Program tersebut, kata dia, tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi sehat.
“Program ini bukan hanya tentang pembagian makanan, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif bahwa pola konsumsi sehat adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” katanya.
Dalam sosialisasi itu, Putih Sari juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif mendukung pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan program memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurut dia, keterlibatan lintas sektor dibutuhkan agar Program MBG mampu berjalan optimal dan berkelanjutan, terutama dalam mendukung target pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Program MBG menjadi salah satu agenda pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan, di tengah upaya percepatan penurunan angka stunting nasional.***





