BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Tunggakan BPJS Jabar Rp330 Miliar, Pemprov Pilih Salahkan Daerah

Andriansyah
24 Juni 2025 - 10:19
Tunggakan BPJS Jabar Rp330 Miliar, Pemprov Pilih Salahkan Daerah



BANDUNG, BandungOke.com – Krisis keuangan Pemprov Jawa Barat kembali terkuak. Tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan mencapai Rp330 miliar lebih selama tahun anggaran 2023 hingga 2024.

Bukannya mengevaluasi kegagalan tata kelola anggaran, Pemprov justru menyalahkan dua kabupaten: Bekasi dan Karawang.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, berdalih bahwa pada 2023, dua daerah itu tidak mengusulkan dalam RKPD, sehingga tidak bisa dianggarkan.

RelatedPosts

Menuju Indonesia Emas 2045, Habiburokhman Dorong HMI Naik Kelas

Netty Blak-blakan Soal Gizi di Bandung, MBG Disambut Antusias Warga

MBG Didorong Tekan Stunting di Kabupaten Bandung

“Konsekuensinya tidak bisa dianggarkan. Nilainya Rp80 miliar,” kata Herman usai rapat paripurna DPRD Jabar, dikutip Selasa, (24/6/2025).

Pernyataan itu menuai kritik. Bagaimana mungkin tanggung jawab perlindungan sosial bagi jutaan warga Jawa Barat dibebankan sepenuhnya ke tingkat kabupaten? Pemprov seharusnya berperan sebagai koordinator, bukan penonton.

Ini bukan sekadar soal teknis usulan anggaran, tapi menyangkut hak dasar warga atas layanan kesehatan.

Lebih mengejutkan lagi, Herman menyebut sisa tunggakan Rp250 miliar pada 2024 terjadi karena prioritas anggaran digeser ke Pilkada Serentak.

“Kita dihadapkan dengan program strategis nasional yang membutuhkan Rp1,6 triliun,” katanya.

Apakah Pemprov menganggap pesta politik lebih penting ketimbang kesehatan warganya?

Pernyataan itu seolah mengkonfirmasi bahwa kesehatan warga bisa dikesampingkan jika agenda politik membutuhkan dana besar.

Ini jelas bentuk prioritas anggaran yang menyesatkan dan berpotensi mencederai hak-hak rakyat kecil yang menggantungkan harapan hidupnya pada layanan BPJS.

Terlebih, Herman sendiri mengakui bahwa kapasitas belanja Pemprov tidak rendah. Artinya, masalah ini bukan semata soal keterbatasan anggaran, melainkan salah urus prioritas fiskal.

Meski Pemprov berjanji akan menyelesaikan persoalan ini lewat anggaran perubahan, dan menyebut layanan kesehatan “tetap berjalan”, publik berhak skeptis.

Pasalnya, tunggakan itu telah berlangsung dua tahun. Apakah jaminan layanan bisa dipertahankan tanpa konsekuensi?

“Walaupun ada tunggakan, pelayanan kesehatan tetap berjalan,” kata Herman.

Tapi realita di lapangan bisa berkata lain. Pelayanan tanpa kepastian anggaran rawan mandek. Rumah sakit bisa menolak pasien, obat bisa terlambat, dan rakyat bisa jadi korban.

Alih-alih mencari solusi struktural, Pemprov Jabar malah sibuk mencari kambing hitam. Padahal yang dibutuhkan rakyat hari ini bukan alasan, tapi komitmen nyata.***

Share221Tweet138Share55
ADVERTISEMENT

Trending

N219 Masuk Pasar Komersial Dalam Negeri, Senjata Baru Logistik Wilayah Terpencil
Ekbis

N219 Masuk Pasar Komersial Dalam Negeri, Senjata Baru Logistik Wilayah Terpencil

19 jam ago
KAI Tutup 29 Perlintasan Liar, Namun Ancaman Kecelakaan Masih Mengintai
Berita

KAI Tutup 29 Perlintasan Liar, Namun Ancaman Kecelakaan Masih Mengintai

20 jam ago
3 Harga BBM Pertamina Naik Tajam Hari Ini, Turbo Tembus Rp19.400
Ekbis

Pertamax Turbo Melonjak Tajam, BBM Nonsubsidi Resmi Bikin Kantong Jebol

1 hari ago
Kolaborasi Telkom University–UI Menguat, Program Double Degree dan Exchange Disiapkan
Pendidikan

Kolaborasi Telkom University–UI Menguat, Program Double Degree dan Exchange Disiapkan

2 hari ago
Menuju Indonesia Emas 2045, Habiburokhman Dorong HMI Naik Kelas
Jawa Barat

Menuju Indonesia Emas 2045, Habiburokhman Dorong HMI Naik Kelas

3 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!