Bandung, BandungOke — Pemerintah terus menggenjot Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu strategi menekan angka stunting. Sosialisasi program ini digelar di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, dengan melibatkan ratusan warga setempat.
Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), H. Asep Romy Romaya, menegaskan bahwa program MBG tidak sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari kebijakan besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Dalam upaya membangun fondasi menuju Generasi Emas 2045, DPR RI menekankan kepada pemerintah untuk membuat arah kebijakan yang mengarah pada pembangunan anak bangsa, baik dari aspek pendidikan maupun kesehatan. Salah satu tantangan besar adalah tingginya angka stunting dan gizi buruk. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu solusi strategis untuk memperbaiki kondisi tersebut,” ucap Asep Romy saat sosialisasi di Cikancung, Kamis (30/4).
Program MBG menyasar kelompok rentan, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Pemerintah menilai intervensi gizi sejak dini menjadi kunci untuk memutus rantai stunting yang masih menjadi persoalan di berbagai daerah.
Asep menambahkan, pendekatan program ini dirancang lebih komprehensif, tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi harian, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat di masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah wujud kehadiran negara untuk mengakhiri ketidakadilan gizi. Setiap porsi makanan yang tersaji adalah langkah nyata untuk memastikan anak Indonesia memiliki kecukupan nutrisi guna menjadi pemimpin masa depan bangsa,” ujarnya.

Upaya penurunan stunting, kata dia, tidak bisa dilakukan secara parsial. Intervensi harus dimulai dari hulu dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap kesadaran warga terhadap pentingnya gizi seimbang semakin meningkat. Program MBG pun diproyeksikan menjadi salah satu instrumen utama dalam menciptakan generasi sehat, produktif, dan mampu bersaing secara global pada 2045.***





