Bandung, BandungOke — Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Aula Robbani Sport Center, Kota Bandung, Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) itu berlangsung lancar dan disambut antusias warga yang telah menantikan program tersebut.
Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si tampil sebagai pembicara utama dan menyampaikan materi secara daring.
Hadir pula Anggota DPR RI Dr. Ahmad Heryawan, M.Si, serta PPK Sekretariat Deputi Prokerma Dedi Kuswandi, SE, M.Si.
Dalam paparannya, Netty menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berdaya saing.
Ia mengingatkan bahwa persoalan gizi di Indonesia masih menjadi tantangan serius.
“Makan bukan sekadar kenyang, tetapi merupakan kebutuhan fundamental untuk menjalankan fungsi kehidupan,” ujar Netty.
Ia juga menyoroti pola pikir masyarakat terhadap makanan yang dinilai perlu diperbaiki. Menurutnya, rasa enak tidak selalu sejalan dengan nilai kesehatan.

“Yang enak belum tentu sehat, dan yang halal belum tentu baik,” tegasnya.
Netty turut memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan pola makan sehat dan seimbang. Ia menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan dapat disiapkan dari rumah dengan komposisi yang tepat.
Selain berdampak pada kesehatan, program MBG juga dinilai memiliki efek ekonomi. Melalui dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini berpotensi menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di daerah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut mengawal pelaksanaan program secara bijak.
“Mari kita kawal dan awasi program ini dengan bijak serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” imbuhnya.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat perbaikan gizi masyarakat sekaligus menyiapkan generasi emas 2045.
Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.***





