BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

djagHadq, Pameran Daniel Kho yang Menggugat Manusia Lewat Warna

Andriansyah
7 Maret 2026 - 12:49
djagHadq, Pameran Daniel Kho yang Menggugat Manusia Lewat Warna



Bandung, BandungOke – Di sebuah ruang galeri di kawasan Dago Giri, Bandung, warna-warna mencuat seperti mimpi yang belum selesai.

Di sanalah seniman Daniel Kho memamerkan kegelisahannya tentang manusia dan semesta melalui pameran tunggal bertajuk “djagHadq”.

Pameran yang digelar di ArtSociates Gallery Cafe sejak 6 Maret 2026 itu menampilkan rangkaian karya dua dimensi hingga tiga dimensi.

RelatedPosts

Sensasi “Signature 30” di HARRIS Bandung, Kuliner Lintas Rasa dari Rp65 Ribu

Fragments From Below, Saat Seni Menggugat Ambisi Manusia Menaklukkan Laut

Tiga Generasi Kopi Aroma Bandung, Tradisi Keras Kepala atau Rahasia Kejujuran Rasa?

Di dalamnya terdapat lukisan akrilik dengan campuran serbuk marmer di atas kanvas, cetak tinggi pada serat daun, instalasi objek, hingga karya trimatra berbahan kayu.

Dalam sejumlah karya, Daniel juga mengolah inspirasi dari tradisi wayang kulit dan batik.

Daniel bukan nama asing dalam dunia seni rupa. Lahir di Klaten–Solo, Jawa Tengah, ia pernah lama tinggal dan berkarya di Eropa sebelum akhirnya menetap di Ubud, Bali.

Pengalaman lintas budaya itu tampak jelas dalam bentuk-bentuk visual yang eksperimental sekaligus simbolik dalam karya-karyanya.

Kurator sekaligus penulis pengantar katalog pameran, Bob Edrian, menjelaskan bahwa tajuk djagHadq dipilih Daniel untuk menggambarkan semesta yang penuh keunikan, keanehan, sekaligus kebebasan manusia dalam menghadapi masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Dalam karya-karya itu, manusia digambarkan berada dalam situasi yang saling bertabrakan: saling tumpang tindih, bertolak belakang, bahkan saling menghancurkan.

Namun di permukaan, semuanya tampil dalam permainan warna yang tampak ceria dan memikat.

Pada pembukaan pameran, Daniel bahkan menghadirkan performance art berdurasi kurang dari satu menit. Ia membungkus jemari kaki kanannya dengan kantong plastik—sebuah simbol protes terhadap kondisi lingkungan, terutama masalah sampah plastik yang semakin menggunung di Bali.

“Manusia adalah makhluk yang paling goblok di bumi karena sifatnya yang suka merusak habitatnya sendiri. Bumi atau jagad ini harus kita pelihara dan jaga dengan baik. Sementara figur makhluk yg ada pada lukisan dan objek karya justru tidak brengsek. Karya saya justru ada pada posisi damai dan situasi perang saat ini menunjukkan puncak kegoblokan manusia,” tutur Daniel saat pembukaan pameran di Lawangwangi, Jumat (6/3).

Menurut Bob Edrian, mimpi menjadi pintu masuk untuk memahami dunia visual Daniel. Dalam proses kreatifnya, mimpi tidak sekadar imajinasi, melainkan ruang refleksi terhadap tindakan manusia di dunia nyata.

Melalui rangkaian karya di djagHadq, Daniel seakan menempatkan dirinya sebagai pengamat yang melihat manusia dari kejauhan. Dari sana ia mengamati, membongkar, lalu membentuk kembali figur-figur baru yang lahir dari perpaduan simbol budaya dan pengalaman panjangnya sebagai seniman.

“Objek atau figur yang ada pada objek adalah hasil eksperimentasi bentuk dan simbol dari budaya-budaya yang ada di bumi yang saya amati selama tiga puluh tahun. Ke depan memang akan produksi lebih banyak objek trimatra dengan material yang macam-macam. Ada yang dikembangkan dari lukisan atau sebaliknya,” ujar Daniel.

Melalui warna-warna yang berlapis dan bentuk yang kadang ganjil, Daniel seperti mengajak penonton memasuki semesta yang tidak sepenuhnya terang—tetapi juga tidak sepenuhnya gelap.

Sebuah jagad yang penuh pertanyaan tentang manusia, sekaligus tentang masa depan bumi yang mereka huni.***

Editor : Denny Surya

Tags: ArtSociates GalleryDaniel KhoLawangwangi Art SpacePameran Lukisan Bandungpameran seni Bandungseni budayaSeni Rupa KontemporerSeniman Indonesia
Share232Tweet145Share58
ADVERTISEMENT

Trending

69.574 Kursi KA di Daop 2 Bandung Ludes Diburu Jelang Libur 1 Mei
Ekbis

69.574 Kursi KA di Daop 2 Bandung Ludes Diburu Jelang Libur 1 Mei

7 jam ago
UPI Peringkat 1 SNBP 2026, Diserbu 53 Ribu Peminat Nasional
Pendidikan

UPI Naik Kelas di Ranking Nasional 2026, Ini Faktor Pendorongnya

10 jam ago
Sensasi “Signature 30” di HARRIS Bandung, Kuliner Lintas Rasa dari Rp65 Ribu
Ekbis

Sensasi “Signature 30” di HARRIS Bandung, Kuliner Lintas Rasa dari Rp65 Ribu

16 jam ago
342 Perlintasan Kereta di Bandung Rawan, KAI Soroti Disiplin Pengendara
Jawa Barat

342 Perlintasan Kereta di Bandung Rawan, KAI Soroti Disiplin Pengendara

1 hari ago
Di Balik Satwa yang Terurus, Ada Karyawan Setia: Andri Minta Jangan Disingkirkan
Kota Bandung

Di Balik Satwa yang Terurus, Ada Karyawan Setia: Andri Minta Jangan Disingkirkan

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!