Bandung, BandungOke – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mempercepat agenda transisi energi hijau lewat penguatan pendidikan vokasi kendaraan listrik (EV). Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN mengucurkan dukungan Rp315,6 juta untuk membangun ekosistem pembelajaran EV berbasis praktik di SMKN 8 Bandung.
Sebelumnya, pembelajaran kendaraan listrik di sekolah tersebut masih didominasi teori. Kini, pendekatan berubah total dengan hadirnya Teaching Factory (TEFA), EV Class, hingga bengkel praktik konversi motor listrik yang langsung terkoneksi dengan kebutuhan industri.
Transformasi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar transisi energi nasional, di mana sektor pendidikan diproyeksikan menjadi fondasi utama lahirnya SDM hijau yang siap menghadapi era elektrifikasi kendaraan.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi investasi jangka panjang untuk ekosistem energi bersih.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berperan dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kendaraan listrik. Melalui kolaborasi dengan SMKN 8 Bandung, kami ingin memastikan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri benar-benar terwujud,” ujar Sugeng Widodo.
PLN juga menambahkan perangkat praktik berupa prototype motor listrik hasil konversi serta inovasi Micro Cargo EV yang kini dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.
Dampak program mulai terlihat nyata. Sebanyak 181 siswa kini menguasai proses konversi kendaraan listrik secara komprehensif, didukung 24 guru bersertifikasi yang mampu mengajarkan materi EV secara mandiri. Bahkan, fasilitas sekolah telah memenuhi standar untuk pengajuan bengkel konversi tersertifikasi tipe B.
Sugeng menambahkan, model pembelajaran ini diharapkan bisa diperluas ke sekolah lain di Jawa Barat.
“Kami berharap program ini dapat menjadi role model pengembangan kompetensi kendaraan listrik di Jawa Barat, sehingga ekosistem EV dapat tumbuh secara berkelanjutan, dimulai dari dunia pendidikan,” tambahnya.
Langkah PLN ini mempertegas arah besar ekonomi hijau Indonesia, di mana sektor pendidikan, industri, dan energi mulai terhubung dalam satu rantai nilai transisi energi bersih. SMKN 8 Bandung kini bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga laboratorium nyata masa depan kendaraan listrik Indonesia.***





